Amerika Serikat Tolak Ikut Campur Dalam Krisis Diplomatik Antara Arab Saudi-Kanada

79


Kabasurau.co.id : Kementerian Luar Negeri AS mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak ingin terlibat dalam krisis diplomatik antara Arab Saudi dan Kanada. AS mengatakan tidak akan memihak kepada salah satu pihak yang bersengketa.

“Kami menyadari krisis ini. Kanada dan Arab Saudi adalah sekutu dekat Amerika Serikat. Kami meminta Anda ke Kementerian Luar Negeri Kanada dan Saudi untuk mendapatkan informasi lebih lanjut,” bunyi pernyataan Kemenlu AS, seperti dilansir dari The Huffington Post, Rabu, (8/8/2018).

Pemerintahan Trump memilih untuk tidak mendukung posisi Kanada meskipun Kanada adalah sekutu terdekatnya. Para pengamat menilai Amerika Serikat tidak ingin memiliki masalah dengan Arab Saudi. Ketidaksesuaian antara kebijakan AS dan tetangganya di utara menunjukkan bahwa Washington lebih memilih Riyadh dibanding Ottawa.

“Kedua belah pihak harus menggunakan upaya diplomasi untuk menyelesaikan krisis mereka. Kami tidak bisa melakukannya untuk mereka, mereka harus menyelesaikannya sendiri,” kata Heather Nauert Nauert, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, seperti dikutip dari Reuters.

Namun lembaga HAM Internasional dan beberapa pemimpin Eropa disebut memberikan dukungannya terhadap Kanada. “Dunia tidak dapat terus melihat ke arah lain karena penganiayaan tanpa henti terhadap para pembela hak asasi manusia di Arab Saudi terus berlanjut,” bunyi pernyataan Amnesty International.

“Sekarang saatnya bagi pemerintah lain untuk bergabung bersama Kanada dalam meningkatkan tekanan pada Arab Saudi untuk membebaskan semua pada dengan segera dan tanpa syarat, dan mengakhiri penindasan terhadap kebebasan berekspresi di negara tersebut,” tambah pernyataan Amnesty.

Berbeda dengan seruan Amnesty, Negara Arab dan Muslim menyatakan dukungannya terhadap Arab Saudi. Dukungan terhadap Arab Saudi terus berdatangan dari Bahrain, UEA, Otoritas Palestina, Mesir, Yordania, Mauritania, Liga Arab, GCC, OKIRabithah ‘Alam Al-Islamy. (DH/MTD)

Sumber : The Huffington PostReutersAl Arabiya | Redaktur : Hermanto Deli

comments

SHARE

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.