Benarkah Putra Mahkota MBS Bertemu Kelompok Lobi Yahudi Amerika?

403


Kabasurau.co.id : Lagi-lagi berita HOAX tak henti-hentinya menerpa Arab Saudi. Hari ini di beranda medsos diramaikan dengan berita yang menyebutkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) bertemu dengan pemimpin Yahudi Amerika, yang kemudian di framing seolah-olah MBS setuju atas pendudukan Israel atas Palestina. Benarkah demikian??

Ada beberapa hal yang perlu dikritisi:

  • Berita itu dikutip dari Aljazeera, cuma tidak disebut. Aljazeera adalah media yang berbasis di Qatar yang pasti akan membuat berita anti Saudi. Sebenarnya kalau mau mengulik hubungan Qatar-Aljazeera dan Israel itu bisa. Namun mengikuti pandangan ulama agar tidak terlibat saling menjelekkan sesama muslim, maka kita tidak menyebarkannya.
  • Pertemuan MBS sesungguhnya terjadi dengan mantan walikota New York (Michael Bloomberg) yang juga konglomerat, bukan dengan lembaga Yahudi. Kunjungan MBS ke Amerika murni bisnis investasi dan pengembangan militer Saudi dengan Trump. Ketemu Yahudi mungkin saja. Menantu Trump sekaligus tangan kanannya saja orang Yahudi. Yahudi itu ada di mana-mana termasuk di Indonesia.
  • Foto MBS tersebut dipotong. Foto yang sebenarnya menunjukkan beliau sedang di depan kasir Starbucks ngobrol dengan Bloomberg. Yang mengelilinginya bukan orang-orang Yahudi tapi intel Saudi dan intel Amerika.
  • Starbucks dituding mensponsori militer Israel. Ini hoax (parodi) yang dibuat oleh Andrew Wrinkler dan dipublikasikan di Ziopedia. Parodi itu seolah-olah Starbucks membuat surat berjudul “A Thank You to All Starbucks Customers” isinya terima kasih karena telah membeli kopi Starbucks sehingga mampu menyumbang ke Israel. Hoax ini yang diamplifikasi berbagai media termasuk media di Mesir bahkan menambah-nambahinya. Padahal Starbucks sendiri sudah membantahnya.
  • Selain di Saudi, Starbucks juga tersebar di berbagai negara Timur Tengah lainnya: QATAR, Maroko, Lebanon, dan Uni Emirat Arab. Tapi yang selalu di kritik Starbucks yang ada di Mekkah. Jadi tambah lucu!
  • Selebihnya Aljazeera mengembangkan framingnya dari wawancara dengan Mahjoob Zweiri, dosen Qatar University alumni Iran.

Silakan dicek link-link berikut ini :

Sumber : Saudinesia.com | Redaktur : Hermanto Deli

comments

SHARE

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.