Banyak orang Uighur mengeluhkan penindasan budaya dan agama dan diskriminasi oleh Pemerintah Tiongkok, namun tuduhan tersebut dibantah oleh Beijing. | Dokumentasi Foto: How Hwee Young/EPA.

KabaSurau.co.id | URUMQI, XINJIANG – Pemerintah Daerah Otonomi Uighur Xinjiang melarang masyarakatnya untuk menggunakan jenggot panjang, mengenakan penutup kepala (Hijab dan Cadar), serta menolak menonton televisi negara Tiongkok.

Dilansir dari BBC.com, langkah ini dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi eksterimisme yang dilakukan oleh kelompok separatis beberapa tahun terakhir. Pemerintah Tiongkok menyalahkan kekerasan pada militan Islam dan separatis.

Akan tetapi, kelompok hak asasi mengatakan kerusuhan tersebut lebih merupakan reaksi terhadap kebijakan represif, dan berpendapat bahwa langkah-langkah baru mungkin berakhir mendorong beberapa etnis Uighur bertindak kepada ekstremisme.

Xinjiang merupakan tanah air dari etnis Uighur, sebuah kelompok tradisional Muslim yang mengatakan mereka menghadapi diskriminasi di wilayah tersebut, diantaranya pelarangan memakai cadar & hijab, pelarangan menikah sesuai Prosedur Agama, merusak produk atau dokumen hukum, dan tidak memperbolehkan anak-anak untuk menghadiri sekolah-sekolah pemerintah.

SUMBER: News Agencies / BBC.com

EDITOR: Luthfi Indra Yudha / STV

Copyright © 2017 – KabaSurau.co.id

comments

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.