Hubungan Politik Bilateral antara Turki dan Arab Saudi

651


Kabasurau.co.id : Perdana Menteri Turki Binali Yıldırım akan melakukan kunjungan dua hari ke Arab Saudi pada 27-28 Desember 2017. Isu-isu penting regional, yang telah menghambat pemulihan perdamaian dan keamanan di Timur Tengah akan menjadi agenda utama pertemuan antara Turki dan Arab Saudi Rabu besok, di Riyadh, Arab Saudi.

Hubungan Turki-Arab Saudi telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir, namun ada kontroversi yang muncul mengenai hubungan Riyadh-Ankara mengenai masalah regional, terutama sejak krisis blokade Teluk yang diberlakukan terhadap Qatar yang dipimpin Arab Saudi. Turki sendiri merupakan pendukung utama pemerintahan Qatar.

Selain itu, kerja sama Turki dengan Rusia dan Iran baru-baru ini juga telah menimbulkan kekhawatiran akan retaknya hubungan bilateral Riyadh-Ankara.

“PM Yildirim akan membahas perkembangan bilateral Riyadh-Ankara dan isu-isu regional saat ini dan akan ada pertemuan khusus untuk perkembangan hubungan Saudi-Turki ke depannya,” ungkap duta besar Turki untuk Arab Saudi, seperti dilansir dari Arabnews, Selasa, (26/12/17).

Mengacu pada pertemuannya dengan Menlu Arab Saudi Adel Al-Jubeir, Dubes Turki mengatakan : “Kami akan membahas hubungan dan kerjasama Turki-Saudi serta isu-isu regional dan internasional yang menjadi perhatian kita bersama.”

“Turki memiliki hubungan historis dan budaya yang mengakar dengan Arab Saudi dan sangat menikmati hubungan baik berdasarkan persahabatan, saling menghormati dan kepentingan bersama,” ungkap siaran pers Kementerian Luar Negeri Turki.

Siaran pers tersebut yang berjudul “Hubungan Politik Bilateral antara Turki dan Arab Saudi,” mengatakan: “Turki-Arab Saudi telah menjadi dua negara penting di wilayah ini dan dunia Islam kita, Turki dan Arab Saudi bekerja sama untuk menjaga perdamaian dan stabilitas regional. Baik Turki maupun Arab Saudi berbagi kemauan politik untuk bekerja sama dan memperdalam hubungan mereka di segala bidang”.

“Sebagai cerminan dari kemauan politik bersama ini, kunjungan bilateral tingkat tinggi baru-baru ini mendapat momentum baru. Arab Saudi-Turki sepakat membentuk Dewan Koordinasi kedua negara yang merupakan langkah signifikan untuk melembagakan hubungan multidimensi antara Riyadh dan Ankara dan juga memperdalamnya di segala bidang.

Turki dan Arab Saudi juga bekerja sama erat di platform multilateral. Dalam konteks ini, kerjasama di tingkat Organisasi Kerjasama Islam (OKI), dimana kedua negara adalah anggota aktif, dan juga pada mekanisme Dialog Strategis Tingkat Tinggi yang telah didirikan Turki pada tahun 2008 dengan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) ).

Kerjasama ekonomi dan komersial dengan Arab Saudi merupakan pilar utama hubungan Turki dengan Arab Saudi. Pada akhir 2016, volume perdagangan antara Turki dan Arab Saudi telah mencapai 5 Miliar USD.

Arab Saudi juga memiliki tempat penting di sektor konstruksi Turki. Proyek konstruksi konstruktor Turki telah dilakukan di Arab Saudi sejak tahun 1972 berjumlah 17 Milyar USD. Perusahaan Arab Saudi juga memiliki berbagai investasi di sektor tekstil, makanan, perbankan, perdagangan luar negeri, real estat dan pariwisata di Turki. (DH/MTD)

Sumber : Arabnews, MFA.gov.tr | Redaktur : Hermanto Deli
Copyright © 1439 Hjr. (2017) – Moslemtoday.com

comments

SHARE

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.