Logo Twitter (Istimewa/NET)

KabaSurau.co.id – LONDON, INGGRIS | Juru bicara Perdana Menteri Inggris, Theresa May, mengatakan Pemerintah Inggris memprotes Twitter karena membatasi akses pemerintah terhadap data, Rabu (26/04).

Surat Kabar Inggris, The Telegraph, mengatakan setidaknya Twitter telah menarik akses informasi untuk membantu polisi dan badan intelijen mengidentifikasi seseorang sebagai bagian dari upaya media sosial perusahaan untuk menghentikan data pengguna yang digunakan untuk pengawasan, sebagaimana yang dilansir dari situs Reuters.

“Kami memprotes keputusan ini, kami sedang dalam pembicaraan dengan Twitter untuk mendapatkan akses ke data ini,” kata Theresa kepada wartawan. Dia menambahkan bahwa perusahaan media sosial perlu berperan dalam perang melawan terorisme pemerintah. Namun hingga saat ini, Twitter belum ada berkomentar apapun tentang masalah tersebut.

(LIY / STV / WJ / EP / REUTERS)

comments

SHARE

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.