Israel membangun kembali 300.000 unit pemukiman ilegal Yahudi di Al-Quds (Jerusalem)

428


Kabasurau.co.id : Menteri Perumahan dan Konstruksi Israel Yoav Galant telah meluncurkan sebuah kampanye untuk mempromosikan pembangunan 300.000 unit pemukiman Yahudi di Al-Quds (Jerusalem).

Dilansir dari Daily Sabah, Ahad, (24/12/17), Rencana pembangunan tersebut merupakan bagian dari apa yang disebut “Greater Jerusalem” dari Israel, yang bertujuan untuk mencaplok permukiman penduduk yang dibangun di atas tanah Palestina.

Sebagian besar rumah yang direncanakan akan dibangun di daerah-daerah di luar Jalur Hijau, yang mengacu pada wilayah-wilayah yang diduduki Israel selama perang Timur Tengah 1967.

Langkah tersebut dilakukan kurang dari tiga minggu setelah Presiden AS Donald Trump secara resmi menyatakan Jerusalem sebagai ibukota Israel meski mendapat aksi protes dan kecaman dari dunia internasional

Kementerian Luar Negeri Palestina mengecam rencana Israel tersebut sebagai “dampak langsung keputusan Trump” yang menyatakan Jerusalem sebagai ibukota Israel.

“Ini adalah bagian dari proyek penjajah yang berjalan pelan di Jerusalem, di Lembah Yordan, Hebron dan tempat lain,” ungkap pernyataan Kemenlu Palestina.

Israel menduduki Tepi Barat dan Jerusalem selama Perang Arab-Israel 1967. Israel mencaplok seluruh kota pada tahun 1980 dan mengklaimnya sebagai ibukota abadi negara Yahudi, sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Jerusalem sebagai “wilayah yang dijajah Israel dari Palestina” dan menganggap semua pembangunan permukiman Yahudi di sana adalah ilegal. (DH/MTD)

Sumber : Daily Sabah | Redaktur : Hermanto Deli

comments

SHARE

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.