Larang Iklan Rokok, Walikota Padang Didukung Generasi Muda

819


PADANG – Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo melarang iklan rokok beredar di daerahnya mulai 2018. Larangan itu didukung penuh oleh generasi muda Kota Padang.

Dukungan tersebut dideklarasikan ratusan pelajar SMP dan SMA se-Kota Padang dalam ikrar yang disampaikan pada Peringatan Hari Tanpa Tembakau se-Dunia di Tugu Merpati Perdamaian Pantai Muaro Lasak, Rabu (31/5).

Pada deklarasi tersebut terdapat empat poin utama yang dibacakan. Yaitu mendukung komitmen Walikota Padang untuk melarang iklan, promosi, sponsor perusahaan rokok, dan menyatakan penolakan menjadi target industri rokok. Kemudian menyatakan komitmen gerakan muda tolak jadi target untuk lebih peduli terhadap dampak rokok. Serta mengajak anak muda di Padang mendukung Presiden Joko Widodo mengaksesi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) guna melindungi pelajar dari bahaya rokok.

Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo di depan seluruh generasi muda menyampaikan komitmennya akan melarang segala bentuk iklan rokok mulai 2018 nanti. Hal ini dimaksudkan agar hadir generasi yang sehat dan berkualitas, serta terbebas dari rokok.

“Apalagi kita akan meraih bonus demografi, di mana usia produktif akan mendominasi jumlah penduduk di Indonesia pada 2020 nanti,” ungkapnya.

Walikota pun tak cemas akan kehilangan potensi pendapatan asli daerah dari iklan rokok. Menurutnya, masih banyak sumber pemasukan lain untuk PAD Kota Padang.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Ferry Mulyani Hamid mengatakan, Padang sudah memiliki payung hukum pelarangan iklan rokok yaitu Perda Nomor 24 tahun 2012 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

“Kami optimis pada 2018 pelarangan iklan rokok dapat diterapkan,” katanya.

Manajer Program LSM Ruandu Foundation, Wanda Leskmana mengatakan kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan kota Padang dengan tema “Mempersiapkan Bonus Demografi Untuk Mewujudkan Masyarakat Padang Yang Sehat dan Berkualitas dan Keren Tanpa Rokok”.

“Kami mendukung komitmen Pemko Padang untuk melarang iklan rokok pada 2018 sebagai upaya melindungi pelajar dari dampak rokok,” sebutnya.

“Kami mengajak seluruh pelajar untuk menolak menjadi target industri rokok, mari bergerak bersama,” imbuh perwakilan Gerakan Muda Tolak Jadi Target, Annysa Kurnia Sandra.

Annysa mengatakan selama bulan Ramadan, “Gerakan Muda Tolak Jadi Target” menggelar safari dengan berkunjung ke sepuluh masjid dan sepuluh sekolah untuk menyosialisasikan dampak rokok pada peserta Pesantren Ramadan.

Usai menggelar deklarasi ratusan pelajar juga membubuhkan tanda tangan penolakan jadi target rokok, membagikan media komunikasi informasi dan edukasi dampak rokok kepada masyarakat, serta menampilkan pameran foto kampanye tolak jadi target dan berbuka puasa bersama.

 

sumber: FB Humas Kota Padang

comments

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.