Mengapa Arab dan Dunia Islam Sangat Menyukai Erdogan?

152
HDRESIM.NET


Mengapa Arab dan Dunia Islam Sangat Menyukai Erdogan?

Oleh : Mohammed Ayesh, Penulis dan Kontributor di Middle East Monitor 

Kabasurau.co.id : Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sangat populer di Arab dan dunia Islam. Tidak hanya itu, Presiden Erdogan juga sangat populer dari Timur hingga ke Barat bahkan mungkin melebihi dari yang ada di Turki sendiri.

Orang-orang Arab melihat Erdogan sebagai pemimpin umat, tidak hanya sebagai Presiden Turki. Banyak yang tenggelam dalam perdebatan dan pertanyaan tentang alasan popularitasnya yang luas di antara dunia Islam yang tidak mengerti bahasa Turki atau karena tersihir oleh media Turki yang menggambarkan sosok Erdogan.

Orang Arab dan Dunia Islam menyebarkan berita dan cerita tentang Erdogan, seolah-olah mereka sedang menceritakan kisah-kisah pahlawan besar Muslim, seperti :Khalifah Umar Bin Abd Al-Aziz dan Salahudin Al-Ayyubi. Meskipun banyak yang dikatakan orang tentang Erdogan banyak berupa fantasi atau impian. Hasilnya adalah Erdogan sangat menikmati popularitas yang tidak pernah dimiliki oleh pemimpin Arab atau Muslim dalam beberapa dekade terakhir.

Beberapa bahkan menyebut Erdogan sebagai sosok Khalifah Utsmani atau penerus Sultan Abdul Hamid II, yang memerintah Kekhalifahan Utsmani pada tahun 1876 sampai ia meninggal pada tahun 1918.

Hubungan logis antara Erdogan dan Sultan Abdul Hamid II yang ada di benak banyak orang Arab memiliki asal-usul historis, tentu saja, dalam kebijakan yang diadopsi oleh Kekhalifahan Utsmani untuk memperkuat hubungan antara Dunia Islam.

“Kita harus memperkuat ikatan kita dengan umat Islam lainnya di mana pun. Kita harus menjadi lebih dekat, karena tidak ada harapan di masa depan tanpa persatuan,” kata Sultan Abdul Hamid II, seperti dikutip dari Middle East Monitor. Ini adalah kebijakan yang sama yang digunakan oleh Presiden Erdogan pada saat ini.

Sementara itu, sejumlah faktor lain juga membantu membuat Presiden Erdogan begitu populer di dunia Arab dan Islam. Sebagai permulaan, sejak Erdogan dan partainya berkuasa pada tahun 2002, ekonomi Turki terus meningkat. Selama periode antara 2002 dan 2011, pertumbuhan ekonomi rata-rata di negara itu rata-rata 5,2 persen. Ekonomi Turki meningkat selama 6 tahun terakhir menjadi 6,7 persen, yang telah mengantarkan Turki bergabung dengan G20.

Dalam 17 tahun dengan Erdogan berada di pucuk pimpinan, Turki telah menempati peringkat ke-17 di dunia dalam hal ekonominya, yang secara alami tercermin pada kesejahteraan warganya dan kehidupan sehari-hari mereka.

Erdogan dan partainya, untuk pertama kalinya dalam sejarah Turki modern mengakhiri kekuasaan militer yang dominasi para jenderal diganti dengan penduduk sipil. Erdogan dengan segera memerangi korupsi di negara tersebut.

Faktor lain yang membuat Erdogan begitu populer adalah bahwa dia berasal dari keluarga miskin yang tinggal di pedesaan, dan dengan latar belakang ini menarik perhatian bagi sebagian besar orang Arab dan dunia Islam. Keluarga Erdogan pindah ke Istanbul untuk mencari kehidupan yang layak.

Sebagai seorang anak, Erdogan dipaksa bekerja sebagai penjual keliling di gang-gang miskin di Istanbul dengan menjual semangka dan roti Turki yang disebut “Simit” sehingga ia dapat membantu ayahnya dan keluarganya, dan memiliki penghidupan yang layak. Sementara itu, orang-orang Arab tidak menemukan sosok pemimpin sesederhana Erdogan.

Erdogan juga telah membuka pintu Turki untuk 3,4 juta pengungsi Suriah, serta puluhan ribu orang Mesir, Libya, Yaman dan orang Arab lainnya. Pada saat yang sama, Turki saat ini menampung 72.000 mahasiswa asing, sebagian besar orang Arab, dan kebanyakan dari mereka belajar dengan beasiswa dari pemerintah Turki. Selama satu tahun terakhir, 83.000 pelajar Arab telah mengajukan permohonan beasiswa untuk belajar di universitas-universitas Turki.

Selain itu, sebagian besar warga negara Arab dapat memasuki Turki dengan bebas tanpa batasan atau visa. Ini sangat berbeda dengan situasi warga Arab yang mencoba pindah dari satu negara Arab ke negara Arab yang lain yang harus menghadapi persyaratan visa yang ketat dan hambatan lain di perbatasan.

Untuk semua alasan ini, orang-orang Arab dan dunia Islam sangat menyukai Erdogan, dan mereka berkeinginan seandainya dapat tinggal di Turki. Itulah mengapa mereka juga sangat antusias mengikuti pemilu Turki baru-baru ini, seolah-olah sedang mengikuti pemilu di negaranya sendiri. Mereka menilai bahwa pemilu Turki adalah satu-satunya pemilu yang adil di kawasan ini. Apapun itu, Presiden Recep Tayyip Erdogan telah menginspirasi banyak orang, khususnya dunia Islam. (DH/MTD)

Sumber : Middle East Monitor | Redaktur : Hermanto Deli

comments

SHARE

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.