Dalam foto 18 Februari 2017 ini, Kepala Staf Angkatan Darat Afghanistan, Jenderal Qadam Shah Shahim, berbicara dalam sebuah konferensi pers di Kabul, Afghanistan. Pejabat Afghanistan mengatakan kepala militer negara tersebut dan menteri pertahanan telah mengundurkan diri setelah serangan Taliban akhir pekan di sebuah pangkalan militer utara yang menewaskan lebih dari 100 personil militer dan lainnya. Pejabat tersebut mengatakan bahwa Presiden Ashraf Ghani menerima pengunduran diri tersebut pada hari Senin, 24 April 2017. (AP Photo / Rahmat Gul)

KabaSurau.co.id | KABUL, AFGHANISTAN – Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani menerima pengunduran diri Menteri Pertahanan Afghanistan, Abdullah Habibi dan Kepala Staf Militer Afghanistan, Jenderal Qadam Shah Shahim, pada hari Senin (24/04), beberapa hari setelah serangan Taliban di sebuah pangkalan militer di Afghanistan Utara yang membunuh atau setidaknya melukai lebih dari 100 tentara.

“Presiden Ashraf Ghani telah menerima pengunduran diri menteri pertahanan dan kepala staf tentara,” ujar Kantor Berita Presiden di Kabul, Afghanistan, sebagaimana yang dilansir dari Al-Arabiya.

Warga Afghanistan yang marah telah meminta pengunduran diri terhadap Menteri Pertahanan dan Kepala Staf Militer Afghanistan setelah serangan di luar kota Utara Mazar-i-Sharif pada hari Jumat (21/04) lalu.

Serangan tersebut diyakini paling mematikan oleh Taliban di sebuah pangkalan militer. 10 pria bersenjata berpakaian seragam tentara dan dipersenjatai dengan rompi bunuh diri, memasuki pangkalan dalam truk tentara dan melepaskan tembakan ke pasukan tak bersenjata dari jarak dekat di Masjid dan Ruang Makan.

Korban pasti dari serangan tersebut masih belum jelas. Namun, beberapa pejabat setempat menetapkan jumlah orang meninggal akibat insiden tersebut sebanyak 130 orang.

Sejauh ini, Pejabat Afghanistan mengabaikan seruan untuk menyelidiki penyebab jatuhnya korban yang telah menewaskan atau melukai setidaknya lebih dari 100 tentara.

Banyak masyarakat Afghanistan mengecam pemerintah karena ketidakmampuannya untuk melawan serangan tersebut, yang terbaru dalam serangkaian serangan Taliban yang berani, termasuk satu di rumah sakit militer terbesar di Afghanistan pada bulan Maret lalu yang menyebabkan puluhan orang tewas.

Akibat peristiwa tersebut, 12 perwira tentara, termasuk 2 jenderal, dipecat karena kelalaian atas serangan tersebut.

(LIY / STV / AFP)

comments

SHARE

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.