Meski Sederhana, Pembukaan Khitanan Massal di Mentawai Penuh Khidmat

67

KEPULAUAN MENTAWAI (Kaba Surau)
Kesederhanaan dalam pembukaan acara khitanan massal di Mentawai berjalan dengan khidmat. Orientasi dari kegiatan ini terpusat pada kegiatan khitanannya, maka dihadirkan tim dokter dan perawat yang berpengalaman dibidangnya. Dalam hal ini penyelenggara menggandeng klinik Rahamtan lil alamin.

Sebelum acara pembukaan dimulai, panitia membagikan pakaian muslim, kain sarung dan peci kepada para peserta. Sebagai bentuk persiapan sebelum bersunat, sebab tidak semua mualaf memiliki pakaian muslim.

Kegiatan pembukaan acara ini berlangsung pada hari Minggu pagi (10/01), pukul 8.30 WIB. Dimana pada pembukaan ini dihadiri oleh semua pihak penyelenggara, yakni yayasan Dar el-iman Padang, yayasan Sosial dakwah dan pendidikan Mentawai dan yayasan Baitul maal PLN UP 3 Padang. Selain itu turut hadir Ketua Forum dakwah Siberut (FDS) yang baru saja terbentuk 15 November tahun lalu.

Ketua yayasan Dar el-iman, yakni Buya Muhammad elvi syam mengatakan dalam kata sambutannya, walaupun dimasa pandemi namun tidak menghalangi kita untuk melaksanakan kegiatan sosial ini. Serta memgucapkan terimakasih kepada seluruh komponen yang ikut serta mensukseskan acara ini.

“Kita mengucapkan ribuan terima kasih kepada donatur, mereka memiliki semangat, dalam waktu lebih kurang 10 hari, kebutuhan kita bisa terpenuhi ditambah lagi dengan bekerja sama dengan yayasan Baitul maal PLN area Padang,” ungkap Buya Elvi.

Berikutnya sambutan Ketua Survei dan pendistribusian yayasan Baitul maal (YBM) PLN UP 3 Padang, yakni Mufrizal mengatakan, ia berharap kegiatan ini berjalan dengan lancar dan menyampaikan pesan kepada para peserta.

“Kalian akan menjadi generasi islam, diawali dengan menyunat inilah, jadi tuntutlah ilmu agama sebanyak-banyaknya, kalian yang akan mewakili kami kedepannya,” pesan Mufrizal.

Sementara itu, Ketua panitia yang berasal dari yayasan Sosial dakwah dan pendidikan Mentawai, Hendra mengarakan dalam laporannya, jumlah peserta saat itu telah kencapai 92 orang. Berasal dari berbagai pelosok penjuru negeri Mentawai, salah satunya desa Ugai yang belum lama ini baru memeluk islam.

“Ada dari desa Sirisurak, Saibi, dusun Simoilaklak, desa Saliguma, dusun gotab, dusun sigulubgulub, dan tidak lupa dari Muara siberut, kemudian ada juga dari desa mailepet, dan peserta terjauh daru Tuapejat,” terang Hendra.

Dijelaskan hendra, tidak menutup kemungkinan peserta bertambah nantinya. Juga ditegaskan, dalam kegiatan ini menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Maka seluruh sarana prasarana maupun tata tertib protokol kesehatan telah disiapkan panitia untuk para peserta. (Sy)