PBB Sebut Myanmar Lakukan Kejahatan Kemanusiaan Terhadap Rohingya

874


KabaSurau.co.id : Salah seorang pejabat tinggi PBB mengungkapkan militer dan polisi melakukan “kejahatan kemanusiaan” terhadap kelompok minoritas Rohingya Muslim di Myanmar.

Utusan khusus PBB yang menangani soal hak asasi manusia di Myanmar, Yanghee Lee, berbicara kepada BBC, Lee sendiri belum diberikan akses yang bebas untuk memasuki wilayah konflik di Myanmar. Tapi, setelah berbicara dengan para pengungsi di Bangladesh, ia mengatakan kepada BBC bahwa situasinya “jauh lebih buruk” dari yang ia bayangkan.

“Saya ingin mengatakan bahwa ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Benar-benar kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh orang-orang Burma, militer Myanmar, petugas penjaga perbatasan atau polisi atau pasukan keamanan.” Demikian seperti dilansir dari BBC, Sabtu, (11/3/2017)

Ia mengatakan ada masalah pelanggaran “sistemik” dalam tubuh pasukan keamanan Burma, namun ia mengatakan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi harus bertanggung jawab.

“Pada akhirnya, ini adalah tanggung jawab pemerintah, pemerintah sipil, yang harus menjawab dan menanggapi kasus-kasus besar penyiksaan yang mengerikan dan kejahatan yang sangat tidak manusiawi, yang telah mereka lakukan terhadap rakyat mereka sendiri.”

Lebih dari 70.000 etnik Rohingya – kelompok minoritas Muslim di Myanmar – melarikan diri ke Bangladesh dalam beberapa bulan terakhir, setelah terjadi serangan militan pada bulan Oktober yang memicu tindakan keras militer.

Di kamp-kamp pengungsian di Bangladesh, BBC mendengar berbagai tudingan dari pengungsi Rohingya yang baru tiba, bahwa pasukan keamanan Burma telah menembak warga sipil, dan mereka diculik dan diperkosa gadis-gadis muda.

Banyak bukti-bukti dari pengungsi ini didukung oleh gamber satelit dan video. BBC sendiri telah berulang kali meminta Suu Kyi untuk wawancara membahas masalah etnik Rohingya. Meskipun konstitusi Myanmar melarangnya menjadi presiden, secara luas ia dipandang sebagai pemimpin de facto.

Pada hari Senin (13/03), Lee dijadwalkan akan menyampaikan temuan terbarunya di depan Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa dan secara resmi akan meminta pembentukan Komisi Penyelidikan, serupa dengan komisi-komisi yang dibentuk di negara-negara seperti Korea Utara dan Suriah, yang khusus menangani soal pelanggaran. (DH/MTD)

comments

SHARE

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.