PBB Sebut Permukiman Yahudi di Tanah Palestina Ilegal dan Melanggar Hukum Internasional

43


Lensaislam.com : Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan bahwa tidak ada langkah yang diambil Israel untuk menghentikan pembangunan permukiman ilegal Yahudi di wilayah Palestina yang diduduki.

Pada pertemuan Dewan Keamanan, Koordinator Khusus untuk Timur Tengah Nickolay Mladenov memberi penjelasan kepada anggota dewan tentang status terkini konflik Israel-Palestina.

“Semua aktivitas pemukiman Yahudi di wilayah Palestina yang diduduki ilegal dan merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional,” kata Nickolay Mladenov, seperti dilansir dari Anadolu Agency, Jumat, (21/9/2018).

Mladenov menjelaskan bahwa sekitar 2.800 unit rumah baru di wilayah Tepi Barat telah diresmikan oleh pemerintah Israel. Sebanyak 117 rumah warga Palestina dihancurkan oleh Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang mengakibatkan 145 warga Palestina mengungsi.

Mladenov memberi contoh desa Badui Khan al-Ahmar yang diambil paksa oleh Israel dan dinyatakan sebagai “zona militer tertutup”.

Mladenov mengatakan pemerintah Israel telah membenarkan tindakan pelanggaran ini. “Kami menyerukan semua tindakan yang akan membahayakan kehidupan orang Palestina dan Israel untuk dihentikan,” ungkap Mladenov.

Mladenov juga mendesak semua pihak untuk membantu krisis kemanusiaan di Gaza, yang katanya akan “meledak sebentar lagi”.

Banyak negara anggota PBB yang juga berbicara tentang perlunya Israel menghentikan aktivitas pemukiman dan mendukung solusi dua negara.

“Inggris tetap berkomitmen untuk mencapai solusi dua negara untuk menciptakan keamanan bagi Israel dan Palestina dengan Jerusalem sebagai ibu kota bersama,” kata Duta Besar Inggris Karen Pierce.

Namun Amerika Serikat bagaimanapun juga tetap menentang pernyataan tersebut. “Perdebatan Timur Tengah ini telah secara berlebihan dan tidak adil terfokus hanya pada Israel,” kata Duta Besar PBB AS Nikki Haley. (DH/MTD)

Sumber : Anadolu Agency | Redaktur : Hermanto Deli

comments

SHARE

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.