PM Inggris Theresa May Tuntut Boris Johnson Minta Maaf Soal Cadar

170


Kabasurau.co.id : Perdana Menteri Inggris Theresa May menuntut mantan anggota kabinetnya sekaligus mantan menteri luar negeri Inggris, Boris Johnson untuk meminta maaf atas pernyataan negatifnya tentang cadar.

Boris Johnson telah membuat pernyataan rasis tentang cadar. Boris Johnson mengatakan wanita Muslim yang mengenakannya seperti kotak surat atau perampok Bank.

“Beberapa istilah yang digunakan Boris untuk menggambarkan penampilan seseorang jelas telah menyinggung,” kata PM May, seperti dilansir dari Anadolu Agency, Rabu, (8/8/2018).

“Kami percaya bahwa setiap orang di negara ini memiliki hak untuk mempraktekkan apapun agama mereka, dan dalam kasus wanita memakai cadar atau niqab, mereka bebas memilih bagaimana cara mereka mau berpakaian,” tambah PM May.

PM May menegaskan bagaimana posisi Inggris terkait permasalahan cadar yang menjadi isu sensitif di beberapa negara Eropa.

“Posisi kami jelas pada masalah cadar bahwa setiap wanita bebas memilih cara mereka berpakaian. Terserah mereka untuk memakainya atau tidak, kami tidak memiliki masalah tentang itu,” ungkap PM May.

Johnson mendapat kecaman dari banyak anggota Parlemen, LSM, Organisasi Muslim Inggris atas pernyataan rasisnya.

Dewan Muslim Inggris (MCB) telah meminta partai Konservatif untuk menanggapi keprihatinan serius tentang Islamophobia. MCB juga mengatakan bahwa meskipun Johnson meminta maaf, Partai Konservatif  harus bertindak tegas atas komentar provokatif dari anggotanya.

Boris Johnson bulan lalu mengundurkan diri sebagai menteri luar negeri Inggris di tengah ketidaksetujuannya dengan PM Theresa May atas rencana Brexit tentang hubungan masa depan dengan Uni Eropa. (DH/MTD)

Sumber : The IndependentAnadolu Agency | Redaktur : Hermanto Deli

comments

SHARE

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.