Presiden Abbas tegaskan Palestina tidak akan menerima rancangan perdamaian apapun dari AS

406


Kabasurau.co.id : Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan bahwa Palestina “tidak akan lagi menerima” rancangan perdamaian yang diusulkan oleh Amerika Serikat setelah keputusan Washington yang secara sepihak mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel.

Pemerintahan Trump dilaporkan telah menyiapkan sebuah rancangan perdamaian yang akan dipresentasikan ke kedua belah pihak pada 2018.

“Amerika Serikat telah terbukti menjadi mediator yang tidak jujur ​​dalam proses perdamaian dan kami tidak akan lagi menerima rencana apapun dari Amerika Serikat,” ungkap Abbas setelah bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris, seperti dilansir dari Al Arabiya, Jumat, (22/12/2017).

Presiden Abbas menyindir manuver AS yang mengintimidasi negara-negara menjelang pemungutan suara di PBB pada hari Kamis kemarin. Presiden Abbas mengecam ancaman AS untuk memotong bantuan keuangan bagi negara-negara yang menentang AS.

“Saya berharap yang lain akan memahami pelajaran dan mengerti bahwa Anda tidak dapat memaksakan kehendak anda dengan menggunakan uang dan mencoba untuk membeli kebebasan orang,” ungkap Abbas.

Presiden Macron menegaskan kembali ketidaksetujuannya atas keputusan Trump mengenai Jerusalem. “Orang-orang Amerika telah mengasingkan diri mereka sendiri dan saya mencoba untuk tidak melakukan hal yang sama,” ungkap Macron pada konferensi pers bersama dengan Abbas.

Macron juga mengatakan kepada Abbas bahwa dia telah bertemu dengan PM Israel Netanyahu dan mendesaknya untuk membantu menghidupkan kembali perundingan damai, termasuk menghentikan pembangunan permukiman Israel di wilayah Palestina.

Pemimpin Prancis berusia 40 tahun itu telah meningkatkan pertemuannya dengan para pemimpin dari Timur Tengah dalam beberapa pekan terakhir. Macron bertemu dengan PM Israel Benjamin Netanyahu di Paris kurang dari dua minggu yang lalu.

Raja Jordania Abdullah II juga berkunjung pada hari Kamis ke Paris, sehari sebelum kedatangan Abbas.

Macron mengatakan dia akan mengunjungi wilayah Palestina pada 2018. “Saya telah berkomitmen dengan sangat jelas untuk melakukan segalanya untuk melanjutkan proses perdamaian,” kata Macron.

Abbas memuji usaha Macron sebagai mediator. “Kami percaya padamu. Kami menghargai upaya yang dilakukan oleh Anda dan kami sangat mengandalkan usaha Anda,” ungkap Abbas. (DH/MTD)

Sumber : Al Arabiya
Redaktur : Hermanto Deli

comments

SHARE

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.