Pembina ARTVISI, Ustadz Abu Qotadah memberikan arahan kepada perwakilan Radio dan TV yang hadir dalam Munas Artvisi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jakarta, Jum'at (31/03). | Dokumentasi: Pausil Abu Qie/KabaSurau.co.id

KabaSurau.co.id | JAKARTA – Asosiasi Radio dan Televisi Islam Indonesia (ARTVISI) laksanakan Musyawarah Nasional (MUNAS) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jakarta, Jumat (31/03) hingga Ahad (02/04).

Musyawarah ini dibuka pada hari Jumat, 03 Rajab 1438 H sekitar pukul 15.30 WIB. Dalam acara pembukaan tersebut, ustadz Abu Qotadah, da’i dari Tasikmalaya, Jawa Barat yang sekaligus pembina ARTVISI menyampaikan nasihatnya di depan puluhan perwakilan Radio dan Televisi Islam se-Indonesia. Pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan bagaimana kita harus bersinergi berdakwah melalui media. Oleh sebab itu, media (radio dan televisi Islam) harus dipegang oleh orang yang alim.

“Makanya, Radio dan Televisi Islam harus dipegang oleh orang alim, bukan berarti orang Alim harus terjun ke dalam managemennya, namun ada kisi-kisinya”, kata ustadz Abu Qotadah.

Artinya, Radio dan Televisi Islam harus dibina oleh orang yang alim. Sehingga dakwah Islam bisa disampaikan melalui media sesuai dengan kaidah-kaidahnya.

Radio dan Televisi bisa membuat orang yang tidak dikenal menjadi terkenal. Karena televisi dan Radio ini memunculkan agama dan fatwa, maka akan banyak muncul syubhat apabila diisi oleh orang yang tidak alim.

Diharapkan melalui Musyawarah ini, Artvisi dapat menetapkan kaidah-kaidah dakwah melalui radio dan televisi, sehingga terhindar dari syubhat-syubhat.

Kontributor: Pausil Abu Qie | Editor: Luthfi Indra Yudha

Copyright © 2017 – KabaSurau.co.id

comments

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.