Raja Salman Tolak Proposal Perdamaian Trump untuk Palestina

258


Kabasurau.co.id : Raja Arab Saudi, Raja Salman Bin Abdul Aziz Al-Saud dengan tegas menolak proposal perdamaian Timur Tengah yang diajukan oleh Amerika Serikat untuk penyeleseian konflik Israel-Palestina. Penolakan Raja Salman disampaikan langsung kepada negara-negara Liga Arab dan Presiden Palestina.

Jaminan pribadi Raja Salman kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah menegaskan posisi tegas Arab Saudi untuk membantah rumor yang berkembang bahwa sikap Arab Saudi telah berubah di bawah kekuasaan Putra Mahkota, Pangeran Muhammad bin Salman.

“Di Arab Saudi, Raja adalah orang yang memutuskan masalah ini sekarang, bukan putra mahkota,” kata seorang diplomat senior Arab Saudi di Riyadh, seperti dilansir dari The Jerusalem Post, (29/7/2018).

“Kesalahan Amerika Serikat adalah bahwa mereka pikir satu negara dapat menekan sisanya untuk menyerah, tetapi ini bukan tentang tekanan. Tidak ada satupun pemimpin Arab yang akan menyerah tentang Jerusalem atau Palestina,” tegas Diplomat tersebut.

Para pejabat Arab Saudi membantah ada perbedaan pandangan antara Raja Salman dengan Putra Mahkota MBS terkait isu Palestina.

Duta besar Palestina untuk Riyadh, Basem Al-Agha, mengatakan bahwa Raja Salman telah menyatakan dukungan untuk Palestina kepada Presiden Mahmoud Abbas, dengan mengatakan: “Kami tidak akan meninggalkan Anda.  Kami menerima apa yang Anda terima dan kami menolak apa yang Anda tolak,” mengutip pernyataan Raja Salman.

Basem Al-Agha menunjukkan bukti tegas ketika Raja Salman mengganti nama KTT Liga Arab ke-29 dengan nama “Jerusalem Summit” untuk mengingatkan semua orang di seluruh dunia bahwa Palestina terukir erat di hati nurani setiap bangsa Arab.

Basem Al-Agha juga menunjukkan bantuan rutin Arab Saudi kepada Palestina senilai $ 200 juta dolar setiap bulannya yang merupakan bukti kuat dukungan Arab Saudi terhadap Palestina. (DH/MTD)

Sumber : The Jerusalem Post | Redaktur : Hermanto Deli

comments

SHARE

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.