Ratusan desa Rohingya telah dibakar oleh Myanmar sejak Agustus 2017

264


Kabasurau.co.id : 40 desa Rohingya di Negara Bagian Rakhine di Myanmar dibakar pada bulan Oktober dan November berdasarkan analisis citra satelit oleh Human Rights Watch. Jumlah desa yang dibakar sejak militer Myanmar melancarkan genosida terhadap minoritas Muslim Rohingya pada Agustus telah mencapai 354 desa.

Puluhan bangunan Rohingya dibakar pada 25 November saat Myanmar menandatangani kesepakatan dengan Bangladesh untuk memulangkan sekitar 655.000 minoritas Rohingya yang telah melarikan diri aksi genosida militer Myanmar.

“Penghancuran desa Rohingya di Myanmar dalam beberapa hari setelah menandatangani sebuah perjanjian repatriasi pengungsi dengan Bangladesh menunjukkan bahwa komitmen untuk mendapatkan penghidupan yang aman hanyalah kebohongan belaka,” Direktur Human Rights Watch, Brad Adams mengatakan seperti dilansir dari Daily Sabah, Senin, (18/12/17).

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Zeid Ra’ad al-Hussein mengatakan bahwa apa yang terjadi terjadi terhadap etnis Muslim Rohingya adalah “kejahatan terhadap kemanusiaan” dan “pembersihan etnis”. Zeid Ra’ad al-Hussein meminta Aung San Suu Kyi untuk bertanggung jawab untuk menghentikan tindakan militer tersebut.

Menurut MSF, jumlah kematian warga Rohingya mencapai 6.700, bukan 400 seperti disebutkan militer. (BBC)

Namun dia menambahkan bahwa pengadilan mana yang bisa menuntut dugaan kekejaman genosida itu. Myanmar bukan anggota Pengadilan Pidana Internasional. Yang bisa menuntut Myanmar hanya bisa dilakukan oleh Dewan Keamanan PBB. Tapi sekutu Myanmar, China bisa memveto laporan semacam itu.

Hampir 870.000 orang Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh. Penyelidik PBB telah mendengar kesaksian Rohingya tentang “pola pembunuhan, penyiksaan, pemerkosaan dan pembakaran yang konsisten dan masif.”

Kelompok Kemanusiaan Tanpa Batas (MSF) pekan lalu merilis sebuah laporan yang mengklaim setidaknya 6.700 Rohingya telah tewas dalam kekerasan tersebut termasuk 700 anak-anak, berdasarkan survei pengungsi di Bangladesh. (DH/MTD)

Sumber : Daily Sabah
Redaktur : Hermanto Deli

comments

SHARE

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.