Kabasurau.co.id: Pasaman Barat, (26/8/2025) — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, melalui Dinas Perhubungan mengusulkan pembangunan jalan menuju Pelabuhan Teluk Tapang di Kecamatan Sungai Beremas. Usulan ini disampaikan ke pemerintah pusat dengan dukungan anggota DPR RI, Bapak Benny Utama dan Bapak Andre Rosiade. Pembangunan jalan dianggap mendesak untuk memperlancar akses transportasi ke pelabuhan strategis tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Pasaman Barat, Bapak Bakaruddin, menyebutkan dari total 43 kilometer jalan menuju pelabuhan dari Bungo Tanjung–Air Bangis, masih terdapat tujuh kilometer yang belum diaspal. Kondisi ini dinilai menghambat kelancaran distribusi barang ke pelabuhan.
“Surat permohonan pembangunan jalan sudah kami sampaikan ke pemerintah pusat melalui anggota DPR RI. Masih ada tujuh kilometer jalan yang belum diaspal,” ujarnya di Simpang Empat, Selasa (26/8).
Menurut Bapak Bakaruddin, penyelesaian jalan ini sangat penting karena pembangunan sisi darat pelabuhan akan dimulai pada tahun 2026 oleh Kementerian Perhubungan. Tanpa akses jalan yang baik, manfaat pelabuhan tidak bisa dirasakan maksimal. Ia menegaskan, keberadaan pelabuhan ini akan memperlancar arus logistik dari Pasaman Barat ke berbagai daerah.
Pelabuhan Teluk Tapang diproyeksikan menjadi simpul logistik baru yang strategis.
“Pelabuhan ini bukan hanya untuk Pasaman Barat, tetapi juga kawasan utara Sumatera Barat hingga Mandailing Natal, Sumatera Utara,” kata Bapak Bakaruddin.
Dengan adanya pelabuhan ini, beban operasional di Pelabuhan Teluk Bayur Kota Padang juga akan terbantu. Potensi daerah mendukung keberadaan pelabuhan ini sangat besar. Pasaman Barat merupakan penghasil utama kelapa sawit dengan luas tanam mencapai 101.402 hektare dan produksi 330.881 ton per tahun. Selain itu, terdapat potensi jagung seluas 45.523 hektare serta potensi tambang seperti bijih besi, mangan, dan granit yang jaraknya hanya enam hingga sembilan kilometer dari pelabuhan.
Secara geografis, Pelabuhan Teluk Tapang juga lebih efisien dibandingkan Teluk Bayur. Jarak tempuh dari Pasaman Barat ke pelabuhan ini hanya 2,5 jam, sedangkan ke Teluk Bayur membutuhkan 4,5 jam. Pelabuhan ini juga mudah diakses dari Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, yang hanya berjarak tiga kilometer dari perbatasan.
Pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran untuk pembangunan sisi darat pelabuhan. Pada tahun 2026, dana yang disediakan mencapai Rp20 miliar dan akan ditambah Rp80 miliar pada 2027 dengan sistem multi-year.
“Dengan berbagai keunggulan ini, percepatan pembangunan pelabuhan harus dilakukan agar bisa segera mendukung konektivitas dan daya saing daerah,” tutur Bapak Bakaruddin.
Dengan adanya pembangunan jalan dan pelabuhan ini, diharapkan perekonomian Pasaman Barat dapat tumbuh lebih cepat. Pelabuhan Teluk Tapang diproyeksikan menjadi pintu gerbang logistik baru yang memperkuat perdagangan regional. Kehadiran pelabuhan juga diharapkan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Pasaman Barat dan sekitarnya.
Sumber: sumbar.antaranews.com