Kabasurau.co.id: Padang, (26/8/2025) — Gerakan literasi di Sumatera Barat kian menggeliat. Komunitas Penyala Literasi Sumbar meluncurkan 356 buku karya anggota komunitas sekaligus memberikan anugerah kepada 110 penulis yang dinilai berkontribusi dalam pengembangan literasi. Acara ini berlangsung di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat dengan penuh semangat literasi dari para penulis, pegiat literasi, dan undangan yang hadir, pada Minggu (24/8/2025).
Ketua Komunitas Penyala Literasi Sumbar, Ibuk Eka Terisya, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada penulis yang selama ini konsisten berkarya, meski kurang mendapatkan perhatian publik.
“Kegiatan hari ini adalah launching 356 buku dari Komunitas Penyala Literasi Sumbar. Di samping itu, kami juga mengadakan penganugerahan terhadap penulis. Jadi ada 110 penulis yang diberikan anugerah oleh Wakil Gubernur Sumbar yang diwakili oleh Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumbar,” ungkap Ibuk Eka dalam sambutannya.
Menurut Ibuk Eka, kegiatan ini lahir dari keprihatinan terhadap banyaknya penulis di Sumbar yang kurang mendapat apresiasi. Ia menegaskan, komunitas ini dibentuk untuk menjadikan Sumbar sebagai provinsi literat yang mampu melahirkan karya dan membangun bangsa melalui budaya menulis dan membaca.
“Komunitas kami dibentuk agar Sumbar menjadi provinsi yang literat, yang bisa membangun bangsa kita sendiri. Tapi tanpa adanya dukungan dari pemerintahan tentu hal ini tidak akan mungkin terlaksana. Kami berharap semua pihak mendukung agar kita bisa bersama-sama membangun Sumatera Barat,” jelasnya.
Komunitas Penyala Literasi Sumbar berdiri pada tahun 2024 dan kini genap berusia satu tahun. Saat ini komunitas tersebut memiliki sekitar 200 anggota dari berbagai latar belakang, mulai dari guru, mahasiswa, pengawas sekolah, sastrawan, budayawan, dosen, pemilik media, hingga penerbit. Dalam kurun waktu satu tahun, komunitas ini telah melahirkan sekitar 64 buku, baik dalam bentuk antologi maupun karya tunggal.
Lebih lanjut, Ibuk Eka menyampaikan bahwa komunitasnya aktif mendampingi guru dan siswa untuk terus giat menulis.
“Kegiatan kami antara lain mendampingi guru dan siswa untuk tetap giat menulis. Karena kalau mereka rajin menulis, otomatis akan rajin membaca. Selama ini kelemahan kita adalah kurang membaca, sehingga kurang pengetahuan,” tambahnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa tanpa dukungan pemangku kepentingan, kegiatan literasi tidak akan berjalan optimal.
“Kami berharap pemerintah memberikan dukungan penuh agar kegiatan ini berkelanjutan,” ujarnya menutup sambutan.
Dalam kesempatan yang sama, turut hadir perwakilan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumbar. Wakil Ketua KPID Sumbar, Ibuk Eka Juniati, menegaskan komitmen pihaknya untuk bersinergi dengan berbagai komunitas dalam meningkatkan literasi masyarakat, tidak hanya terkait buku, tetapi juga literasi media.
“Kami bersama komunitas literasi tidak hanya mengedukasi tentang buku, tetapi juga mengajak masyarakat memahami bagaimana tayangan yang sehat demi menjaga hak-hak masyarakat untuk mendapatkan informasi informatif dan hiburan yang sesuai regulasi,” ujar Ibuk Eka Juniati.
Ia menambahkan, meskipun kolaborasi dengan komunitas literasi ini masih baru, dampaknya sudah mulai terasa. Keterlibatan guru, siswa, kepala sekolah, dan anggota komunitas dinilai efektif dalam menyosialisasikan regulasi siaran kepada masyarakat.
“Ke depan, kami membuka peluang bagi seluruh kelompok masyarakat untuk bersinergi dalam mewujudkan pengawasan partisipatif terhadap siaran-siaran sehat. Harapan kita, masyarakat paham mana tayangan yang boleh dan tidak, terutama untuk anak dan remaja. Ini penting untuk memperkukuh integrasi bangsa,” pungkasnya.
Dengan adanya kegiatan ini, gerakan literasi di Sumatera Barat diharapkan semakin berkembang, melahirkan lebih banyak karya, serta memperkuat budaya membaca dan menulis sebagai bagian penting dalam membangun bangsa.
Sumber: padek.jawapos.com