Berdasarkan data dari ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on disaster management (AHA Centre), sejumlah wilayah di Indonesia terdampak hujan lebat yang memicu banjir dan tanah longsor. Selain itu, aktivitas gempa tektonik di wilayah Sumatera Barat juga tercatat dalam laporan tersebut. Informasi ini dihimpun dari laporan resmi pemerintah masing-masing negara anggota.
Direktur Eksekutif AHA Centre, Bapak Lee Yam Ming, dalam keterangan tertulis yang disampaikan dari Jakarta pada pukul 12.00 WIB, menyatakan bahwa koordinasi antarnegara terus diperkuat. “Kami terus memantau perkembangan situasi dan memastikan kesiapan mekanisme respons darurat di tingkat regional. Pertukaran data dan informasi menjadi kunci dalam mempercepat penanganan bencana,” ujar Bapak Lee dalam suasana pernyataan resmi yang disampaikan melalui siaran pers.
Di Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa tidak terdapat korban jiwa dalam sejumlah kejadian yang tercatat, namun beberapa wilayah mengalami kerusakan ringan pada infrastruktur. Petugas di lapangan telah melakukan asesmen cepat untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Pemerintah daerah juga dilaporkan aktif melakukan koordinasi lintas sektor.
Laporan mingguan ini menjadi acuan penting bagi negara-negara ASEAN dalam memperkuat kesiapsiagaan dan respons terhadap bencana. Melalui kerja sama regional, diharapkan penanganan dampak bencana dapat dilakukan secara lebih efektif dan terkoordinasi. Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas mitigasi dan penanggulangan bencana di tingkat nasional maupun regional.
Sumber: CNN Indonesia



