Kabasurau.co.id: PADANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Sumatera Barat pada Rabu (4/2/2026). Peringatan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan dampak cuaca ekstrem yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat. BMKG mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di daerah rawan bencana hidrometeorologi.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau, Bapak Prakirawan BMKG, mengatakan bahwa kondisi atmosfer di wilayah Sumatera Barat masih dipengaruhi oleh aktifnya pola konvergensi dan kelembapan udara yang cukup tinggi. Ia menyampaikan keterangan tersebut dalam rilis resmi BMKG yang diterima di Padang, Rabu pagi. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan.
“Sebagian besar wilayah Sumatera Barat berpeluang mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama pada siang hingga malam hari,” ujar Bapak Prakirawan BMKG. Ia menjelaskan bahwa wilayah pesisir, dataran tinggi, serta daerah perbukitan memiliki potensi risiko yang lebih tinggi terhadap dampak cuaca ekstrem.
Lebih lanjut, Bapak Prakirawan BMKG menyebutkan bahwa kondisi cuaca tersebut perlu diwaspadai oleh masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, termasuk nelayan, petani, dan pengguna jalan. BMKG juga mengingatkan potensi terjadinya genangan air, tanah longsor, dan pohon tumbang di sejumlah titik. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk memantau informasi cuaca terbaru secara berkala.
Selain itu, BMKG mengimbau pemerintah daerah dan instansi terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan dampak cuaca ekstrem. Koordinasi lintas sektor dinilai penting untuk meminimalkan risiko terhadap keselamatan masyarakat. BMKG memastikan akan terus memperbarui informasi cuaca sesuai dengan perkembangan kondisi atmosfer.
Dengan adanya peringatan dini ini, BMKG berharap masyarakat Sumatera Barat dapat lebih waspada dan mengambil langkah antisipatif yang diperlukan. Kesadaran dan kesiapsiagaan bersama diharapkan mampu mengurangi potensi kerugian akibat cuaca ekstrem. BMKG mengajak seluruh pihak untuk menjadikan informasi cuaca sebagai acuan dalam setiap aktivitas harian.
Sumber: Antara News



