Kabasurau.co.id: Jakarta — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi terjadi tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara pada Januari 2026. Laporan ini diumumkan pada Senin, 2 Februari 2026, menandai penurunan harga barang dan jasa setelah periode inflasi tinggi pada bulan Desember 2025. Penurunan ini sebagian besar dipengaruhi oleh stabilisasi pasokan pangan dan kebutuhan pokok pascabanjir di beberapa wilayah Sumatra.
Kepala BPS Provinsi Aceh, Bapak Arman Hidayat, menyampaikan bahwa deflasi terjadi pada beberapa komoditas seperti beras, sayuran, dan ikan segar. Ia memberikan keterangan ini dalam konferensi pers di Banda Aceh, Senin pagi, 2 Februari 2026. “Penurunan harga ini menunjukkan pasokan barang pokok mulai normal kembali setelah bencana banjir dan longsor,” ujar Bapak Arman.
Sementara itu, BPS Sumatera Utara juga mencatat deflasi pada sejumlah komoditas penting. Bapak Ridwan Lubis, Kepala BPS Sumut, menekankan bahwa deflasi di wilayahnya bersifat sementara dan merupakan bagian dari fluktuasi harga pasar normal. Suasana konferensi pers terlihat serius dan penuh perhatian dari para wartawan, ekonom, dan pejabat pemerintah yang hadir.
Sebagai penutup, BPS mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap pergerakan harga di pasar dan terus memantau ketersediaan kebutuhan pokok. Pemerintah daerah juga diharapkan menjaga stabilitas harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama di awal tahun 2026.
Sumber: CNN Indonesia



