Gubernur Sumatera Barat, Bapak Mahyeldi Ansharullah, mengatakan percepatan pembangunan hunian sementara dilakukan melalui koordinasi intensif antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ia menyampaikan hal tersebut dalam keterangannya di Padang, Rabu (4/2/2026). Menurutnya, hunian sementara sangat dibutuhkan sebagai solusi transisi sebelum pembangunan hunian tetap rampung.
“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menargetkan seluruh hunian sementara bagi masyarakat terdampak bencana dapat digunakan sebelum memasuki bulan Ramadan, sehingga warga bisa menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan nyaman,” ujar Bapak Mahyeldi Ansharullah. Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memastikan setiap proses pembangunan memenuhi standar kelayakan dan keselamatan.
Lebih lanjut, Bapak Mahyeldi menjelaskan bahwa pembangunan hunian sementara difokuskan di daerah yang mengalami kerusakan paling parah, seperti Kabupaten Agam, Tanah Datar, dan Padang Pariaman. Pemerintah juga memastikan ketersediaan fasilitas dasar, seperti air bersih, sanitasi, dan akses jalan, agar huntara dapat langsung difungsikan. Selain itu, proses pembangunan melibatkan masyarakat setempat untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sumatera Barat, Bapak Erman Rahman, menyebutkan bahwa pendataan korban dan kebutuhan hunian sementara telah dilakukan secara menyeluruh. Ia menyampaikan keterangan tersebut saat meninjau salah satu lokasi pembangunan huntara di Kabupaten Agam pada Rabu siang. Menurutnya, data yang akurat menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran.
“Seluruh data korban terdampak sudah diverifikasi, sehingga pembangunan hunian sementara dapat disesuaikan dengan jumlah dan kondisi warga di lapangan,” kata Bapak Erman Rahman. Ia menambahkan bahwa pengawasan terus dilakukan agar kualitas bangunan sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berharap percepatan pembangunan hunian sementara ini dapat mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana. Dengan tersedianya tempat tinggal yang layak, warga diharapkan dapat kembali beraktivitas secara normal. Pemerintah juga mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi demi keberhasilan proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumatera Barat.
Sumber: Kompas.com



