Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ads

AS Prediksi Operasi Militer ke Iran 4–5 Pekan, Opsi Relokasi Aset dari Korea Selatan Muncul

Kabasurau.co.id: New York — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memprediksi operasi militer terhadap Iran yang diberi nama “Epic Fury” akan berlangsung selama empat hingga lima minggu. Pernyataan tersebut disampaikan Bapak Donald Trump dalam suasana wawancara bersama media The New York Times pada 1 Maret 2026 waktu setempat. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa durasi operasi akan bergantung pada perkembangan situasi di lapangan. Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Seiring dengan proyeksi tersebut, sejumlah analis militer menilai bahwa durasi operasi dapat memengaruhi strategi pengerahan kekuatan Amerika Serikat. Dalam kajian yang berkembang pada awal Maret 2026, para analis menyebut bahwa jika serangan udara berlangsung lebih lama dari perkiraan, maka Washington kemungkinan akan mempertimbangkan pengerahan tambahan aset militer. Aset tersebut termasuk yang saat ini ditempatkan di Korea Selatan. Penilaian ini didasarkan pada kebutuhan mempertahankan kesiapan tempur dalam konflik yang berpotensi berkepanjangan.

Media Korea Selatan, termasuk The Chosun Daily, melaporkan bahwa Pentagon tengah melakukan evaluasi terhadap kemungkinan relokasi aset militer dari kawasan Asia Timur. Dalam laporan yang dipublikasikan pada 3 Maret 2026, disebutkan bahwa sistem pertahanan udara milik United States Forces Korea (USFK) menjadi salah satu yang dipertimbangkan. Sistem tersebut mencakup Patriot dan THAAD, serta aset pengawasan seperti drone MQ-9 Reaper yang berbasis di Pangkalan Udara Gunsan. Evaluasi ini dilakukan dalam suasana meningkatnya kebutuhan penguatan pertahanan di kawasan Timur Tengah.

Langkah relokasi semacam ini bukan pertama kali dilakukan oleh Amerika Serikat. Pada Juni tahun lalu, menjelang operasi militer yang dikenal sebagai “Midnight Hammer”, AS sempat memindahkan sebagian sistem pertahanan udara dari Korea Selatan ke Timur Tengah. Tiga dari delapan baterai Patriot milik USFK dikerahkan secara bergilir untuk mengantisipasi potensi serangan balasan Iran. Lebih dari 500 personel yang terlibat dalam misi tersebut dilaporkan kembali ke Korea Selatan pada Oktober tahun lalu setelah operasi selesai.

Sementara itu, laporan Financial Times mengungkapkan kekhawatiran terkait ketersediaan sistem pertahanan udara dalam konflik berkepanjangan. Dalam laporan sebelumnya, media tersebut mengutip pernyataan pejabat militer Amerika Serikat yang menyebut bahwa hingga 150 rudal pencegat THAAD digunakan dalam konflik singkat tahun lalu. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap cadangan persenjataan apabila eskalasi konflik terus berlanjut. Hal ini menjadi perhatian penting dalam perencanaan strategis militer Amerika Serikat.

Di sisi lain, Pemerintah Korea Selatan menegaskan bahwa setiap penggunaan operasional pasukan USFK dilakukan melalui koordinasi bilateral. Dalam suasana pernyataan resmi yang disampaikan pada awal Maret 2026, Kementerian Pertahanan Korea Selatan menekankan pentingnya konsultasi antara Seoul dan Washington. Pemerintah juga menegaskan bahwa aliansi pertahanan antara kedua negara tetap kuat di tengah dinamika keamanan global yang terus berubah. Pernyataan ini sekaligus menenangkan kekhawatiran publik terkait potensi pengurangan kekuatan pertahanan di kawasan.

Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat terkait relokasi permanen sistem pertahanan udara tersebut. Proses evaluasi strategis masih berlangsung seiring perkembangan situasi konflik di Timur Tengah. Komunitas internasional terus memantau dinamika ini karena berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan global. Dengan kondisi yang masih berkembang, keputusan akhir diperkirakan akan sangat bergantung pada eskalasi konflik dalam beberapa pekan ke depan.

Sumber: CNN Indonesia 
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Surau TV, Klik : WA Grup & Telegram Channel
Copyright © 2025 - Kabasurau.co.id | All Right Reserved