Kabasurau.co.id: TEHERAN — Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam keras Amerika Serikat setelah kapal perang Iran, IRIS Dena, dilaporkan tenggelam di Samudra Hindia akibat serangan torpedo yang diduga dilakukan oleh kapal selam Angkatan Laut Amerika Serikat. Insiden ini dinilai sebagai eskalasi serius dalam konflik antara kedua negara. Pemerintah Iran menyebut kejadian tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional di perairan internasional.
Dalam pernyataannya, Bapak Abbas Araghchi menyampaikan bahwa kapal fregat Dena berada sekitar 2.000 mil dari pantai Iran saat insiden terjadi. Ia menjelaskan bahwa kapal tersebut sedang menjalankan pelayaran di perairan internasional setelah mengikuti kegiatan bersama Angkatan Laut India. Selain itu, kapal tersebut membawa sekitar 130 pelaut Iran saat kejadian berlangsung.
“Amerika Serikat telah melakukan kekejaman di laut, jauh dari wilayah Iran. Kapal fregat Dena, yang merupakan tamu Angkatan Laut India, diserang di perairan internasional tanpa peringatan,” ujar Bapak Abbas Araghchi dalam suasana pernyataan resmi di Teheran, Rabu (4/3/2026). Ia juga memperingatkan bahwa tindakan tersebut akan menciptakan preseden berbahaya. Menurutnya, Amerika Serikat akan menghadapi konsekuensi serius atas tindakan tersebut.
Berdasarkan laporan Reuters dan The Guardian, kapal perang Iran tersebut tenggelam setelah terkena torpedo yang ditembakkan oleh kapal selam Angkatan Laut Amerika Serikat. Insiden dilaporkan terjadi di Samudra Hindia, tidak jauh dari perairan Sri Lanka. Serangan tersebut mengakibatkan puluhan korban jiwa, sementara sejumlah awak lainnya berhasil diselamatkan oleh otoritas maritim Sri Lanka.
Pejabat pertahanan Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa kapal perang Iran tersebut menjadi target operasi militer. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Pemerintah Amerika Serikat menyebut serangan itu sebagai bagian dari langkah militer dalam konflik yang sedang berlangsung.
Insiden ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik Iran–Amerika Serikat. Pertempuran yang sebelumnya berfokus di kawasan Timur Tengah kini meluas hingga Samudra Hindia, yang merupakan jalur strategis bagi perdagangan global. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran akan terganggunya stabilitas keamanan maritim internasional.
Sejumlah analis keamanan menilai tenggelamnya kapal IRIS Dena berpotensi memperburuk ketegangan regional. Mereka memperingatkan kemungkinan adanya respons balasan dari Iran terhadap kepentingan Amerika Serikat di kawasan. Situasi ini dinilai dapat memicu eskalasi konflik yang lebih luas jika tidak segera dikendalikan.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa dinamika konflik global semakin kompleks dan melibatkan wilayah yang lebih luas. Dengan meningkatnya intensitas konfrontasi militer, risiko terhadap stabilitas internasional juga semakin tinggi. Oleh karena itu, upaya diplomasi dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah konflik yang lebih besar di masa mendatang.
Sumber: Kompas.com



