Berdasarkan informasi awal dari , gempa terjadi pada pukul 05:48:14 WIB. Intensitas guncangan dilaporkan mencapai skala V–VI MMI di Ternate, V MMI di wilayah ibu kota provinsi Sulawesi Utara, IV–V MMI di Manado, serta III MMI di Gorontalo, Bone Bolango, dan Gorontalo Utara.
“Update info Gempa Mag:7.3, 02-Apr-26 05:48:14 WIB. Dirasakan di Ternate V-VI MMI, Ibu V MMI, Manado IV-V MMI, Gorontalo Bone Bolango, Gorontalo Utara III MMI,” demikian informasi yang disampaikan melalui akun resmi BMKG, Kamis pagi.
Guncangan yang cukup kuat membuat warga di sejumlah wilayah berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Sejumlah laporan awal menyebutkan benda-benda di dalam rumah bergoyang akibat gempa, terutama di kawasan pesisir yang terdampak signifikan.
BMKG menyatakan gempa ini tergolong kuat dan dangkal sehingga getarannya terasa luas. Lembaga tersebut juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi tsunami, mengingat pusat gempa berada di laut dengan magnitudo besar yang berpotensi memicu gangguan pada kolom air laut.
Sejumlah wilayah pesisir di Sulawesi Utara diimbau untuk tetap waspada dan menjauhi pantai sementara waktu hingga ada informasi resmi lanjutan. Masyarakat juga diminta untuk tidak panik serta mengikuti arahan dari otoritas setempat.
Hingga laporan awal ini disusun, belum terdapat informasi rinci mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
Secara geologis, kawasan Sulawesi Utara dikenal sebagai wilayah rawan gempa dan tsunami karena berada di zona pertemuan lempeng aktif, termasuk pengaruh subduksi di Laut Maluku yang kerap memicu aktivitas seismik tinggi.
Sumber: BMKG



