Longsor terjadi saat kondisi pagi masih relatif sepi, namun aktivitas kendaraan sudah mulai meningkat di jalur tersebut. Material tanah dan batu yang jatuh dari tebing langsung menutup sebagian badan jalan. Pada saat bersamaan, truk yang melintas tidak sempat menghindar sehingga tertimpa longsoran dan terguling di lokasi kejadian.
Seorang warga setempat, Bapak Rudi (45), menyebutkan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat dan mengejutkan para pengguna jalan. “Saat itu sekitar pukul lima pagi, tiba-tiba tanah dari atas tebing runtuh dan langsung menimpa truk yang lewat,” ujar Bapak Rudi saat ditemui di lokasi kejadian pada Selasa pagi. Ia menambahkan, warga yang berada di sekitar lokasi segera berupaya memberikan pertolongan kepada sopir truk.
Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas di jalur utama menuju Nagari Lolo lumpuh total. Badan jalan yang tertutup material longsor serta posisi truk yang terguling menyebabkan kendaraan dari dua arah tidak dapat melintas. Antrean panjang kendaraan pun tidak terhindarkan hingga beberapa kilometer dari titik kejadian.
Proses evakuasi dilakukan oleh petugas bersama warga setempat dengan menggunakan peralatan seadanya sebelum alat berat tiba di lokasi. Pembersihan material longsor dan evakuasi truk berlangsung cukup lama karena kondisi medan yang sempit dan tertutup. Sekitar pukul 12.15 WIB, jalur tersebut akhirnya dapat dilalui kembali secara bertahap oleh kendaraan.
Salah seorang petugas di lokasi, Bapak Andi, mengatakan bahwa proses evakuasi membutuhkan waktu karena material longsor cukup tebal dan menutupi hampir seluruh badan jalan. “Kami mulai penanganan sejak pagi, dan baru sekitar pukul dua belas lewat lima belas siang jalur bisa dibuka kembali,” ujar Bapak Andi saat memberikan keterangan di lokasi pada siang hari. Ia juga mengimbau pengendara untuk tetap berhati-hati saat melintasi kawasan tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur rawan longsor di kawasan perbukitan. Kondisi geografis di wilayah Lembah Gumanti memang dikenal rentan terhadap bencana longsor, terutama saat cuaca tidak menentu. Dengan demikian, kehati-hatian dan kesiapsiagaan menjadi hal penting guna menghindari risiko yang lebih besar di kemudian hari.
Reporter: Ilvan



