Kabasurau.co.id: Pasaman Barat — Tragedi banjir di Nagari Alahan Mati, Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, menyisakan duka mendalam. Satu orang warga dilaporkan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian hingga hari kedua operasi SAR, Rabu (15/4/2026).
Tim SAR gabungan terus berupaya menemukan korban berinisial DH (50) yang dilaporkan hilang setelah terseret arus sungai. Hingga pukul 17.45 WIB, pencarian belum membuahkan hasil.
Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap hingga mengepung sebuah mobil yang ditumpangi korban.
“Korban berusaha keluar dari mobil yang terjebak luapan air. Namun saat membuka pintu, korban justru terseret arus sungai yang sangat deras,” ujarnya.
Dalam insiden tersebut, dua orang menjadi korban. Meji Ardi (37) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara Dewi Hayati (50) hingga kini masih dinyatakan hilang dan menjadi fokus utama pencarian.
Pada hari kedua operasi, tim SAR membagi personel menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) guna memperluas jangkauan pencarian. SRU pertama melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian perkara (LKP). SRU kedua menyisir aliran sungai menggunakan perahu rafting sejauh dua kilometer ke arah hilir. Sementara SRU ketiga melakukan penyisiran darat di sepanjang sisi kiri dan kanan sungai dengan jarak yang sama.
Operasi ini melibatkan sedikitnya 79 personel gabungan dari berbagai unsur, termasuk Pos SAR Pasaman, BPBD Kabupaten Pasaman, Polsek Bonjol, TNI, Kelompok Siaga Bencana (KSB) Alahan Mati, serta dukungan sekitar 50 warga setempat.
Berbagai peralatan turut dikerahkan untuk mendukung operasi, di antaranya rescue car, perahu LCR, perahu rafting, perlengkapan SAR air, alat medis, serta perangkat komunikasi.
Namun, proses pencarian tidak berjalan mudah. Kondisi cuaca yang masih diguyur hujan ringan serta adanya gangguan sinyal komunikasi (blankspot) di lokasi menjadi kendala utama di lapangan.
Sesuai rencana operasi, pencarian hari kedua dihentikan sementara pada sore hari dan akan dilanjutkan kembali pada Kamis (16/4/2026) pukul 07.30 WIB, dengan harapan korban segera ditemukan.
Sumber: Info Sumbar



