Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ads

Perikanan dan Peternakan Tahan Laju Penurunan NTP Sumbar, Hortikultura Jadi Beban Utama

Kabasurau.co.id: Padang — Di tengah tekanan terhadap Nilai Tukar Petani (NTP) Sumatera Barat pada Maret 2026, dua subsektor justru tampil sebagai penopang: perikanan dan peternakan. Keduanya mencatat pertumbuhan positif saat subsektor hortikultura mengalami penurunan tajam.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat, subsektor perikanan mencatat kenaikan NTP tertinggi sebesar 3,68 persen menjadi 107,63. Peningkatan ini didorong oleh naiknya indeks harga yang diterima petani perikanan sebesar 3,71 persen, mencerminkan membaiknya harga jual hasil tangkapan dan budidaya.

Sementara itu, subsektor peternakan juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar 0,87 persen menjadi 109,87. Kenaikan ini ditopang oleh meningkatnya harga berbagai komoditas ternak, mulai dari ternak besar, ternak kecil, hingga unggas.

Tak hanya itu, subsektor tanaman perkebunan rakyat turut mencatat pertumbuhan sebesar 0,46 persen dengan capaian NTP tertinggi di Sumbar, yakni 144,64. Angka ini menegaskan posisi perkebunan sebagai salah satu tulang punggung sektor pertanian daerah.

Namun, capaian positif tersebut belum mampu menahan penurunan NTP secara keseluruhan. Hal ini disebabkan oleh anjloknya subsektor hortikultura hingga 10,14 persen, terutama akibat turunnya harga komoditas sayur-sayuran di pasaran.

Kepala BPS Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, menyatakan bahwa dinamika harga komoditas menjadi faktor utama yang memengaruhi fluktuasi NTP antar subsektor.

“Sebagian subsektor mengalami peningkatan karena harga jual yang membaik, namun penurunan tajam di hortikultura memberikan dampak signifikan terhadap NTP secara keseluruhan,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Secara umum, kondisi ini menunjukkan adanya ketimpangan kinerja di sektor pertanian Sumatera Barat. Di satu sisi, perikanan dan peternakan mulai menunjukkan geliat positif, namun di sisi lain, tekanan pada hortikultura menjadi pengingat bahwa stabilitas sektor ini masih sangat bergantung pada fluktuasi harga pasar.

Sumber: Detik.com
Baca Juga
Tags

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Surau TV, Klik : WA Grup & Telegram Channel
Copyright © 2025 - Kabasurau.co.id | All Right Reserved