Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ads

TNI Gugur di Lebanon, HNW Desak PBB Jatuhkan Sanksi Tegas kepada Israel

Kabasurau.co.idJAKARTA — Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan lima lainnya yang mengalami luka-luka dalam misi perdamaian di Lebanon Selatan. Insiden tersebut disebut terjadi akibat serangan Israel yang dinilai melanggar hukum internasional.

Dalam pernyataannya, Kamis (2/4/2026), HNW meminta pemerintah Indonesia memberikan penghargaan berupa gelar Pahlawan Perdamaian kepada para prajurit yang gugur, serta memastikan perhatian dan bantuan bagi keluarga yang ditinggalkan.

“Kami sangat berduka atas gugur dan terlukanya sejumlah prajurit TNI yang melaksanakan perintah konstitusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia sesuai mandat PBB,” ujar HNW dalam keterangan tertulis.

Selain itu, HNW juga mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan penarikan pasukan TNI dari Lebanon Selatan, mengingat situasi keamanan yang dinilai semakin memburuk dan berisiko tinggi bagi personel di lapangan.

Di tingkat internasional, HNW mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar tidak hanya berhenti pada kecaman. Ia meminta Dewan Keamanan (DK) PBB segera menggelar sidang darurat guna membahas dugaan pelanggaran hukum internasional oleh Israel.

Menurutnya, langkah konkret perlu diambil, termasuk menjatuhkan sanksi tegas hingga mempertimbangkan pembekuan keanggotaan Israel di PBB.

“Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian jelas bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional dan tidak dapat diterima akal sehat,” tegasnya.

HNW juga mengingatkan Amerika Serikat agar tidak kembali menggunakan hak veto dalam sidang DK PBB terkait isu tersebut, sehingga proses penegakan hukum internasional dapat berjalan secara adil dan transparan.

Lebih lanjut, ia mendorong Pemerintah Indonesia untuk aktif melobi negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB guna memastikan sidang darurat dapat terlaksana tanpa hambatan politik.

HNW turut menyoroti keberadaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang dibentuk oleh Amerika Serikat. Ia menilai keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut perlu dievaluasi, mengingat Israel yang dinilai tidak menunjukkan komitmen terhadap perdamaian justru menjadi bagian di dalamnya.

Menurutnya, kondisi tersebut mencederai legitimasi moral forum tersebut dalam upaya menciptakan perdamaian global.

Ia juga menyarankan agar rencana pengiriman pasukan TNI ke Gaza dikaji ulang secara matang. Hal ini penting untuk mencegah jatuhnya korban lebih lanjut serta memastikan langkah Indonesia tetap sejalan dengan upaya mendorong perdamaian dan kemerdekaan Palestina.

“Pemerintah perlu mempertimbangkan secara serius setiap langkah agar tidak justru memperbesar risiko dan menjauhkan tujuan utama, yakni perdamaian yang adil dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Sumber: Detik.com

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Surau TV, Klik : WA Grup & Telegram Channel
Copyright © 2025 - Kabasurau.co.id | All Right Reserved