Insiden bermula ketika korban, seorang pria paruh baya yang baru pulang berjualan, berupaya menyeberangi Sungai Anduriang yang berada di wilayah Nagari Anduriang. Saat itu, debit air meningkat tajam dan arus terlihat sangat deras serta berwarna keruh. Meski kondisi berbahaya, korban diduga tetap nekat menyeberang dengan berpegangan pada tali penyeberangan sambil membawa barang dagangannya.
Staf Nagari Anduriang, Bapak Rengga, menjelaskan bahwa sebenarnya fasilitas penyeberangan berupa rakit tidak dioperasikan pada saat kejadian. Kebijakan tersebut diambil demi keselamatan warga karena arus sungai dinilai terlalu berisiko. “Pada Senin (4/5/2026), kami menegaskan bahwa dua rakit penyeberangan sengaja tidak difungsikan karena kondisi arus sangat berbahaya,” ujar Bapak Rengga saat memberikan keterangan di Nagari Anduriang.
Menurut keterangan Bapak Rengga, warga sekitar sempat memperingatkan korban agar tidak menyeberang. Namun, korban tetap melanjutkan aksinya hingga akhirnya kehilangan keseimbangan di tengah sungai. “Saat berada di tengah, pegangannya terlepas dan korban langsung jatuh serta terseret arus deras,” ungkap Bapak Rengga menjelaskan kronologi kejadian.
Suasana di lokasi kejadian berubah menjadi panik dan penuh teriakan warga ketika melihat korban mulai hanyut ke arah hilir. Dalam situasi genting tersebut, Kadri yang berada di sekitar lokasi tanpa ragu langsung bertindak. Ia menceburkan diri ke sungai dan berenang melawan arus untuk mengejar tubuh korban yang terbawa air.
Dengan keberanian dan ketangguhan, Kadri berhasil menjangkau korban sebelum terbawa lebih jauh ke bagian sungai yang lebih berbahaya. Ia kemudian menarik korban ke tepi sungai dan dibantu warga lainnya untuk proses evakuasi. Berdasarkan laporan, korban mengalami syok dan kelelahan, namun tidak mengalami luka serius.
Pemerintah nagari setempat kembali mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri menyeberangi sungai saat kondisi cuaca buruk. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. “Kami mengimbau seluruh warga untuk mengutamakan keselamatan dan tidak nekat menyeberang saat arus deras,” tegas Bapak Rengga dalam keterangannya.
Aksi penyelamatan yang dilakukan Kadri mendapat apresiasi luas dari masyarakat dan pengguna media sosial. Banyak yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kepedulian dan keberanian luar biasa dari seorang remaja. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi alam yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa.
Sebagai penutup, kejadian ini menegaskan bahwa keberanian dan kepedulian sosial masih tumbuh di tengah masyarakat. Namun demikian, keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas, terutama di tengah kondisi alam yang tidak menentu. Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus bersinergi untuk meningkatkan kesadaran serta kewaspadaan demi mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang.
Reporter: Ilvan



