18 Juli 2024
(foto: infopublik.id)

Jakarta (KabaSurau): Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Usman Kansong, memberikan tips membedakan informasi tidak benar (hoaks) yang rawan beredar di berbagai kanal komunikasi. Agar, masyarakat dapat terhindar dari dampak negatif informasi hoaks ke depannya.

“Ada rumus sederhana membedakan narasi hoaks yakni masyarakat patut waspada terhadap konten yang terdengar terlalu bagus untuk menjadi benar (too good to be true) atau terlalu buruk untuk menjadi benar (too bad to be true),” kata Direktur Jenderal IKP Kemenkominfo, Usman Kansong, ketika berdiskusi pada Program “Sapa Indonesia” di Kompas TV pada Kamis (12/8/2021).

Maksud dari hal itu, adalah setiap informasi yang memiliki narasi yang terlalu bagus terkait dengan suatu isu harus diwaspadai kebenaran oleh masyarakat. Sebaliknya, informasi yang terlalu buruk terkait dengan suatu isu juga harus diwaspadai keberadaannya oleh masyarakat.

Sebab, ada kemungkinan dua jenis informasi di atas merupakan informasi tidak benar yang sengaja disebarluaskan oleh oknum. Dengan tujuannya, membuat masyarakat tersesat dalam persepsi salah yang disebarluaskan oleh oknum tersebut di berbagai kanal komunikasi.

“Apabila informasi itu terlalu bagus untuk benar dan terlalu salah untuk benar, alarm kita harus bekerja untuk mewaspadai informasi tersebut,” kata Usman.

Setelah masyarakat menjumpai dua jenis informasi di berbagai kanal komunikasi, langkah selanjutnya adalah masyarakat harus segera mengecek informasi tersebut.  Ketika mengecek informasi tersebut, masyarakat harus merujuk pada sumber informasi terpercaya.

Seperti, situs lembaga atau instansi pemerintah yang berkaitan dengan informasi yang beredar tersebut. Lalu, mencari sumber-sumber informasi dari media arus utama atau mainstream yang berkaitan dengan isu yang beredar kala itu.

Dengan melalukan itu, masyarakat dapat sepenuhnya terhindar dari informasi hoaks yang berseliweran di berbagai kanal komunikasi. “Melakukan cek ke media sosial dan media mainstream, supaya kita tahu apakah itu benar atau tidak,” imbuhnya.

Diketahui, Cara pertama yang saat ini tengah dilakukan oleh Kemenkominfo dalam mengatasi hoaks yakni melakukan pengecekan secara langsung terkait dugaan informasi hoaks yang beredar di masyarakat. Pihaknya, akan langsung mengecek kebenaran dari informasi yang beredar ke instansi pemerintah yang berkaitan.

Kedua, pihaknya mendorong kolaborasi para pemangku kepentingan dalam hal ini utamanya adalah perusahaan media ikut serta dalam mengecek informasi yang terindikasi hoaks. Cek hal tersebut, langsung kepada instansi pemerintah yang berkaitan.

Ketiga, dalam jangka panjang, pemerintah telah mencanangkan program literasi digital yang akan menyasar kepada 12,4 juta masyarakat di berbagai pelosok tanah air. Hal itu akan dilakukan secara rutin hingga 2024, dengan total target sasaran mencapai di atas 50 juta orang.

Terakhir, langkah yang dapat dilakukan dalam meredam hal di atas, pihaknya dapat menggandeng aplikasi media sosial tempat menyebarnya hoaks tersebut. Lakukan langkah persuasif yang dapat membuat platform tersebut ikut serta dalam memberantas informasi tidak benar.

Sumber: infopublik.id

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Kabasurau.co.id, Klik : WA Grup & Telegram Channel

comments

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *