17 Juli 2024
Teknologi Modifikasi CuacaTeknologi Mitigasi Cuaca (TMC) yang dilakukan PUPR guna mengantisipasi Musim Kemarau 2024/Foto: Biro Komunikasi Publik PUPR

Kabasurau.co.id. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna mendukung langkah antisipasi dan mitigasi terhadap dampak kekeringan pada musim kemarau 2024. Dalam upaya ini, Kementerian PUPR bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta TNI AU.

Pelaksanaan TMC ini bertujuan untuk menjaga debit tampungan air bendungan yang dikelola oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air Kementerian PUPR. Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Bob Arthur Lombogia, menyatakan bahwa hasil teknologi modifikasi cuaca yang telah dilakukan menunjukkan peningkatan inflow, meskipun tidak terjadi secara masif. Curah hujan ringan dengan intensitas 0,5 – 20 milimeter (mm) per hari terjadi di 22 bendungan, sementara curah hujan sedang dengan intensitas 20 – 50 mm per hari terjadi di 12 bendungan.

“Inflow waduk yang terjadi selama kegiatan TMC berkisar antara 0 – 60,22 meter kubik (m³) per detik. Volume inflow waduk selama kegiatan TMC bertambah sebesar 63.853.170 m³. Sehingga kegiatan TMC dapat dilaksanakan sebagai upaya mitigasi kekeringan untuk tahun-tahun mendatang dan jika diperlukan dapat juga dilakukan untuk mitigasi pada musim hujan agar tidak terjadi banjir,” ujar Bob Lombogia, dikutip dari InfoPublik pada Selasa (9/7/2024).

Bob Lombogia juga menambahkan bahwa hasil dari kegiatan TMC ini berdampak positif bagi irigasi daerah tanam para petani, mengingat sulitnya ketersediaan air akibat perubahan iklim. “Selain hujan dari teknologi modifikasi cuaca turun di daerah tangkapan air waduk/bendungan, hujan hasil kegiatan TMC juga turun di beberapa areal daerah irigasi sehingga mampu mengairi area irigasi secara langsung,” tambahnya.

Kegiatan TMC ini dilaksanakan sejak tanggal 1-10 Juni 2024 di tiga posko dari empat posko yang direncanakan, yaitu Lapangan Udara (Lanud) Husein Sastranegara (posko 2), Lanud Adi Soemarmo (posko 3), dan Lanud Abdurrahman Saleh (posko 4). Sementara posko 1 yang direncanakan berada di Lanud Halim Perdanakusuma tidak dilaksanakan TMC karena Bendungan Sindangheula dan Bendungan Karian di Banten sudah dalam kondisi di atas normal (hampir melimpas).

Pelaksanaan TMC ini menyasar 43 bendungan di Pulau Jawa yang memiliki layanan irigasi. Berdasarkan data pemetaan terhadap tampungan waduk di Pulau Jawa pada 27 Mei 2024, sebanyak 97 tampungan waduk mengalami penurunan sebesar 981.563.373 m³ atau 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama. Namun, hanya 43 bendungan dengan layanan irigasi yang direkomendasikan untuk dilaksanakan TMC.

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Kabasurau.co.id, Klik : WA Grup & Telegram Channel

comments

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *