Koalisi Arab Serang Garda Revolusi Iran di Yaman

133
koalisis arab
Koalisi melakukan 29 operasi yang menargetkan milisi di Marib dan Al-Bayda dalam periode 24 jam, katanya pada hari Rabu. (Videograb: Koalisi Arab)

Riyadh (KabaSurau): Koalisi Arab melakukan serangan udara menghancurkan tempat persembunyian rahasia di Yaman yang menampung para ahli dari Pengawal Revolusi Iran dan Hizbullah, kata koalisi Arab, Kamis (18/11/2021).

Ibukota, Sanaa, serta lokasi di provinsi Dhamar, Saada, dan Al-Jawf terkena operasi koalisi luas untuk melemahkan milisi Houthi yang didukung Iran.

Dikutip dari TV AL Arabiya Kamis pagi ,Pangkalan udara dan gudang Al-Dulaimi di Sanaa diserang oleh pasukan koalisi.

Beberapa jam sebelumnya, koalisi meledakkan sebuah drone peledak yang menargetkan Bandara Internasional Abha, di provinsi Asir Arab Saudi.

Kerajaan Arab Saudi menjadi sasaran hampir setiap hari oleh milisi di Yaman, menggunakan drone peledak, yang hampir tidak efektif melawan pertahanan udara Saudi.

Penerbangan beroperasi secara normal di bandara pada hari Kamis, tanpa penundaan atau pembatalan yang dilaporkan.

Sebuah pesawat tak berawak Houthi menargetkan bandara yang sama pada bulan Oktober, meninggalkan empat pekerja dengan luka ringan yang disebabkan oleh puing-puing yang jatuh.

Pada hari Rabu, koalisi juga menghancurkan dua drone yang ditujukan ke kota Khamis Mushayt di Saudi selatan. Pasukan itu mengatakan telah melakukan 29 operasi yang menargetkan milisi di Marib dan Al-Bayda selama 24 jam sebelumnya, yang mengakibatkan penghancuran sistem pertahanan udara dan kematian lebih dari 90 Houthi.

Tindakan terhadap warga sipil oleh Houthi telah dikutuk oleh kepemimpinan Kerajaan berulang kali, menyebut mereka sama dengan kejahatan perang.

Koalisi Arab telah mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mendapatkan kembali kendali penuh negara itu setelah Houthi merebut Sanaa pada tahun 2014.

Kegubernuran Marib yang kaya sumber daya telah menyaksikan pertempuran sengit antara Houthi dan pemerintah Yaman. Milisi, yang berusaha memperkuat kendali mereka di utara dengan kemajuan ke wilayah tersebut, telah mengalami kerugian besar tanpa banyak keuntungan.

Pada hari Rabu, ratusan pasukan pemerintah Yaman dikerahkan ke pusat kota Marib untuk memperkuat tentara dan suku-suku sekutu yang memerangi serangan berdarah Houthi yang merambah lokasi strategis di luar kota.

Rekaman video di media sosial menunjukkan konvoi panjang mobil pikap, bus, dan kendaraan militer yang membawa ratusan tentara yang meneriakkan, “Dengan jiwa dan darah kami, kami akan menebusmu, Yaman,” saat menuju ke Marib.

Pada bulan Maret, Arab Saudi mengumumkan peta jalan yang disebut Inisiatif Riyadh untuk menghentikan pertempuran di Yaman dan membuka kembali bandara Sanaa, serta melanjutkan pembicaraan untuk menemukan solusi atas konflik tersebut. Proposal itu dipandang sebagai langkah yang disambut baik secara internasional, tetapi telah ditolak oleh kepemimpinan Houthi.

Perang, yang kini telah berlangsung selama tujuh tahun, telah merenggut ribuan nyawa warga Yaman dan memaksa lebih banyak lagi untuk bergantung pada bantuan kemanusiaan.

Badan bantuan Saudi, KSrelief, telah menggelontorkan bantuan senilai miliaran dolar ke Yaman dan memiliki ratusan proyek yang berfokus pada makanan dan kesehatan.

Editor: Sy
Sumber: Arabnews

Berikan Komentar Anda :

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here