27 Februari 2024
KPU SumbarFoto: Humas KPU SUmbar

Kabasurau.co.id. Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 semakin mendekat, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) intensif menjalankan kegiatan sosialisasi untuk memastikan penyebaran informasi yang maksimal kepada publik. Salah satu strategi yang diadopsi adalah bekerja sama dengan Granat (Gerakan Nasional Anti Narkoba) Sumatera Barat untuk menyelenggarakan sosialisasi dan pendidikan pemilih khususnya di kalangan kelompok marjinal.

KPU Sumbar merasa perlu melibatkan kelompok marjinal dalam upaya meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu 2024. Kelompok ini, yang seringkali mengalami diskriminasi dan marginalisasi, dianggap memiliki potensi besar untuk memperkuat demokrasi dan mewujudkan keadilan sosial. Jons Manedi, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Sumbar, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Granat adalah langkah konstitusional untuk menjangkau kelompok marjinal, khususnya yang terpapar narkoba di Kabupaten Padang Pariaman.

Menurut Jons, partisipasi pemilih di Padang Pariaman masih terbilang rendah, dengan hanya 60% pemilih yang menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019. Oleh karena itu, KPU bekerjasama dengan Granat untuk meningkatkan partisipasi, terutama dari kelompok marjinal. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap proses demokrasi di daerah tersebut.

Jons Manedi juga menyampaikan informasi terkait tahapan pemilu, termasuk rekrutmen badan Adhoc, pencalonan, dan kampanye. Ia menjelaskan bahwa KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) sudah dilantik sebanyak 122.983 orang yang tersebar di 17.569 TPS di Sumatera Barat.

Adapun peserta pemilu telah terdaftar, dengan 18 partai politik dan 15 calon DPD di Sumatera Barat. Jumlah calon presiden dan wakil presiden juga sudah ditetapkan, bersamaan dengan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Jons memberikan panduan kepada pemilih terkait cara memeriksa apakah mereka terdaftar, baik melalui papan pengumuman di kelurahan/nagari/desa, situs cekdptonline.kpu.go.id, atau dengan memeriksa stiker coklit yang ditempelkan di kaca rumah oleh petugas Coklit. Selain itu, ia mengingatkan agar pemilih membawa KTP pada tanggal pemungutan suara pada 14 Februari.

Mengenai pemindahan tempat pemungutan suara, Jons menjelaskan bahwa masih ada kemungkinan bagi pemilih yang memenuhi syarat khusus, seperti bencana alam atau pemilih yang sedang bertugas atau rawat inap. Namun, pemilih yang tidak terdaftar di DPT diminta untuk melaporkan ke PPS di tingkat kelurahan/nagari/desa agar masuk ke Daftar Pemilih Khusus (DPK).

Ketua Granat Sumatera Barat, Fajar Rusvan, turut hadir dalam sosialisasi ini untuk memperkenalkan gerakan anti narkotika kepada peserta. Granat, sebagai penggerak semangat bagi mereka yang pernah terpapar narkoba, juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam menjaga kelancaran Pemilu 2024 hingga mencapai kelompok marjinal.

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Kabasurau.co.id, Klik : WA Grup & Telegram Channel

comments

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *