15 Juni 2024
Presiden Jokowi memberikan bantuan stimulan kepada petani gagal panen (puso), Selasa (23/01/2024), di GOR Bung Karno, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Foto: BPMI Setpres

Kabasurau.co.id. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), menggarisbawahi peran penting petani dalam memastikan keamanan pangan bagi 280 juta penduduk Indonesia. Pada Selasa (23/01/2024), Presiden Jokowi memberikan bantuan stimulan sebesar Rp8 juta per hektare kepada petani yang terdampak gagal panen akibat perubahan iklim di GOR Bung Karno.

Presiden Jokowi menjelaskan bahwa perubahan iklim, yang memicu bencana seperti kekeringan panjang dan hujan terus-menerus, telah merugikan produktivitas petani. Dampak ini tidak hanya dirasakan di Indonesia, tetapi juga oleh negara-negara lain yang mengalami penurunan produktivitas padi. Sebagai respons, Jokowi memerintahkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto untuk menyalurkan bantuan kepada petani yang mengalami gagal panen.

“Saya perintah langsung: bantu! Lha wong kalau gempa rumahnya roboh atau retak saja dibantu sama BNPB. Lha ini sawah kena banjir sama kan penderitaannya,” ujar Presiden.

Bantuan sebesar Rp8 juta per hektare tersebut diharapkan dapat membantu para petani untuk memulai kembali proses penanaman padi. Kabupaten Grobogan, Kudus, Jepara, Demak, dan Pati menjadi daerah pertama yang menerima bantuan ini, dengan total area terdampak mencapai 16 ribu hektare.

Presiden Jokowi berharap agar uang bantuan dapat segera diterima oleh para petani, memungkinkan mereka untuk segera menanam padi dan mengurangi ketergantungan pada impor beras dari negara lain.

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Grobogan, Presiden Jokowi juga menyerahkan 3.000 sertifikat tanah kepada rakyat. Dalam sambutannya di Stadion Krida Bhakti, Presiden menyatakan bahwa hingga saat ini pemerintah telah menyelesaikan 110 juta sertifikat dari total 126 juta sertifikat tanah di seluruh Indonesia.

Presiden menekankan pentingnya sertifikat tanah sebagai tanda bukti hak hukum atas tanah yang dimiliki masyarakat, yang dapat mencegah sengketa tanah dan konflik lahan. Namun, ia juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati saat menggunakan sertifikat sebagai agunan pinjaman di bank, dengan menekankan perlunya perhitungan dan kalkulasi yang detail.

Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan kerjanya kali ini adalah Ibu Negara Iriana Jokowi, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Agraria dan Tata Ruang Hadi Tjahjanto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala BNPB Suharyanto, Pj. Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, dan Bupati Grobogan Sri Sumarni. Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung para petani dan meningkatkan pemberian sertifikat tanah kepada masyarakat.

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Kabasurau.co.id, Klik : WA Grup & Telegram Channel

comments

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *