Usai Terpilih Kembali Menjadi Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal dikunjungi 2 Orang Buya

8272
Foto bersama usai silaturahmi. (Foto : Al amin)

BUKITTINGGI (KabaSurau) : Kembali terpilihnya buya Gusrizal gazahar menjadi ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera barat (Sumbar) periode 2020-2025, menuai ucapan selamat dari berbagai kalangan, baik pemerintah maupun pendakwah. Kali ini ucapan selamat serta kunjungan datang dari buya Ahmad zawawi yang merupakan ketua yayasan Lajnah khairiyah musytarakah Jakarta dan buya Muhammad elvi syam, merupakan ketua yayasan Dareliman kota Padang. Juga pada kesempata itu turut hadir ustadz Desman selaku ketua yayasan An Najiyah Pasaman Barat, Jumat (26/2/2021).

Pada kesmpatan itu, buya Ahmad zawawi mengucapkan selamat secara langsung kepada buya Gusrizal di Surau buya gusrizal, Campago ipuh, kecamatan Mandiangin koto selayan, kota Bukittinggi. Ia mengatakan kunjungan ini merupakan menjalin silaturahmi, seraya mendoakan buya Gusrizal untuk selalu diberi kesehatan oleh Allah subhanahu wata’ala.

“Kita doakan semoga beliau diberikan kesehatan lahir dan bathin, Allah berikan taufik. Apalagi beliau tidak hanya buya, juga menjadi ninik mamak, mudah-mudahan adat basandi sayara’, syara’ basandi kitabullah benar-benar membumi di Minangkabau,” harapnya.

Selanjutnya, buya Muhammad elvi syam juga mengucapkan selamat kepada buya Gusrizal, serta mendoakan semoga Allah memberikan taufik dalam menjalankan amanah yang diembankan, yakni memegang tampuk kepemimpinan MUI Sumbar.

Buya Ahmad zawawi berpamitan usai bersilaturahmi kepada buya Gusrizal.

“Mudah-mudahan Allah berikan taufik kepada beliau dan kami qodarullah bertemu dengan buya Ahmad zawawi, beliau adalah tokoh kita dari Sumbar dan masyaallah, Allah pertemukan kita ditempat ini, mudah-mudahan ini merupakan silaturahmi untuk kita dan kemuliaan islam dari Sumbar, karena Sumbar terkenal dengan sumber ulama dan sumber tokoh nasional,” ungkap buya Elvi.

Kehadiran rombingan tamu tersebut disambut baik oleh buya Gusrizal, pada kesempatan itu ia mengatakan mendapat kemuliaan atas kunjungan buya Ahmad zawawi, karena selama ini hanya mendengar namanya saja, namun kali ini bisa bertatap langsung dengan buya tersebut.

“Qodarullah, Alhamdulillah, ini adalah pertemuan yang diberikan taufik oleh Allah subhanahu wata’ala, dan menjadi suatu langkah yang baik untuk kerjasama ranah dan rantau,alhamdulillah beliau menyilau kita hari ini, dan juga bersama beliau juga ada buya Elvi syam, semuanya berjalan dalam satu nafas, satu irama,” ungkap buya Gusrizal.

Dalam pertemuan tersebut, bahasa arab menjadi sarana komunikasi para ustadz dan buya yang sama-sama alumni timur tengah.

Atas ucapan selamat dari kedua tamunya tersebut, buya Gusrizal tidak tahu harus mengatakan apa, Ia teringat perkataan seorang sahabat saat diberikan amanah “saya tidaklah yang terbaik dari kamu sekalian, saya lah yang paling berat memikul amanah”, ujarnya. Tapi dengan doa para ulama kita, doa umat islam di berbagai daerah, termasuk Sumbar diungkapkan buya Gusrizal, mudah-mudahan perjalanan membawa misi MUI Sumbar terus berlanjut, dengan membawa izzah (wibawa keulamaan) dan menyandang khidmah (pelayanan keumatan). (SY)

Berikan Komentar Anda :

comments

1 COMMENT

  1. bismillah. assalamualaiku..
    kalau boleh kami beri saran kepada MUI sumbar, agar bisa menertibkan organ musik di acara walimah, sebagaimana yang dilakukan oleh ulama aceh, setau kami di aceh sangat dilarang penggunaan organ musik/biduan bernyanyi,

    selain ini perbuatan yang dilarang dalam islam, ini juga sangat mengganggu ketenangan masyarakat disekitar lokasi,

    hanya perlu dibiasakan dan untuk sering disosialisasikan terkait larangan musik dalam islam,

    karna selama saya di sumbar hampir tidak saya temukan ada walimah yang tidak memakai organ musik, maaf ini hanya saran dari kami semoga bisa diterima. barakallahufiikum

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here