Bapak Randi Zulfahli, Prakirawan BMKG Minangkabau, menjelaskan saat konferensi pers di kantor BMKG, Padang, Minggu (25/01/2026) pukul 08.40 WIB, bahwa hujan ringan berpotensi turun secara tidak merata terutama pada siang hingga malam hari. "Meski ada hujan ringan, tidak ada peringatan dini cuaca ekstrem selama periode ini," ujarnya.
Suasana di kota Padang pada pagi hari tampak cerah berawan, dengan masyarakat tetap melaksanakan aktivitas seperti biasanya. Ibuk Nurlina, warga Padang Barat, menyatakan, "Saya membawa payung sebagai antisipasi, namun aktivitas pagi tetap lancar karena hujannya ringan."
BMKG menyebutkan suhu udara berkisar 17–34 derajat Celsius dengan kelembaban 65–98 persen. Angin bertiup dari selatan hingga timur laut dengan kecepatan 4–28 kilometer per jam. Prakiraan ini berlaku untuk wilayah pesisir hingga dataran tinggi, memberikan informasi penting bagi nelayan, petani, dan pelaku pariwisata.
Bapak Randi menambahkan, masyarakat dihimbau untuk tetap memperhatikan prakiraan harian, terutama bagi daerah yang rawan hujan seperti Pasaman Barat, Solok Selatan, dan Kepulauan Mentawai. "Kesadaran masyarakat terhadap cuaca akan membantu mencegah gangguan aktivitas akibat hujan mendadak," katanya.
Dengan prakiraan cuaca ini, masyarakat Sumatera Barat dapat merencanakan aktivitas harian secara lebih baik dan mengantisipasi potensi hujan ringan yang mungkin terjadi di beberapa daerah. Stabilitas cuaca juga diharapkan mendukung sektor pariwisata dan transportasi lokal.
Sumber: BMKG



