Dalam siaran pers resmi yang diterbitkan dari Jakarta, BNPB menyatakan sejumlah kejadian banjir terus dilaporkan di beberapa provinsi, termasuk Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Bengkulu, Jawa Tengah, Banten, dan Jambi. Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung secara merata memicu luapan sungai dan banjir yang merendam permukiman serta lahan pertanian di banyak wilayah terdampak.
Di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur), Sumatera Selatan, banjir bandang terjadi setelah hujan deras selama berjam-jam pada Jumat (9/1) malam, merendam 23 desa di empat kecamatan, dengan ketinggian muka air mencapai sekitar 150 cm. Sekitar 1.359 kepala keluarga rumahnya terendam banjir, meskipun belum ada laporan korban jiwa. Pemerintah daerah bersama BPBD setempat melakukan evakuasi dan pendataan dampak.
Sementara itu, di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, banjir juga terjadi setelah hujan lebat mengguyur Kecamatan Sekotong. Sekitar 251 kepala keluarga di Desa Taman Baru dan Pesisir Mas mengalami banjir yang masuk ke permukiman mereka, dan pendataan serta penanganan darurat dilakukan oleh BPBD Lombok Barat bersama instansi terkait.
Di Kalimantan Barat, banjir melanda Kabupaten Landak setelah hujan intens yang lama berlangsung menyebabkan aliran sungai meluap dan merendam rumah warga di delapan kecamatan. Sekitar 2.282 kepala keluarga terdampak banjir, dengan genangan air mencapai berbagai titik desa, sehingga akses transportasi sempat terganggu.
Selain itu, kejadian banjir juga dilaporkan di Kabupaten Seluma, Bengkulu dan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, serta banjir di daerah Padarincang dan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten. Di wilayah Jambi, banjir di Kabupaten Tanjung Jabung Timur menyebabkan genangan luas di permukiman warga akibat sistem drainase yang terbatas. Pendataan dampak di berbagai lokasi masih berlangsung dan petugas tetap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan hujan susulan.
Menanggapi situasi tersebut, BNPB dan BPBD provinsi terus memantau perkembangan cuaca dan potensi bencana lanjutan, serta mengimbau masyarakat di daerah rawan banjir untuk selalu memantau informasi peringatan dini, menjaga kebersihan saluran air dan drainase, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
Sumber: Info Publik



