Menurut Bapak Syafril, Kepala BPBD Sumbar, hujan deras yang terjadi selama dua hari terakhir menyebabkan sungai di beberapa kabupaten meluap, terutama di Kabupaten Pasaman Barat, Solok Selatan, dan Dharmasraya. Akibatnya, lebih dari 30 desa terendam dengan ketinggian air mencapai 50–120 cm, sementara sejumlah warga harus mengungsi ke lokasi pengungsian darurat.
BPBD Sumbar bersama tim tanggap darurat dari pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan logistik, seperti makanan siap saji, air bersih, dan selimut, untuk warga terdampak. “Kami menempatkan posko siaga 24 jam di sejumlah kecamatan untuk memantau perkembangan cuaca dan membantu warga yang membutuhkan evakuasi,” kata Pak Syafril saat memantau lokasi terdampak banjir.
Selain banjir, beberapa wilayah di lereng bukit mengalami tanah longsor ringan, terutama di kecamatan yang berbatasan dengan sungai besar. Warga diimbau untuk menghindari area rawan longsor dan mengikuti arahan petugas BPBD demi keselamatan bersama.
Pemerintah provinsi Sumatera Barat bekerja sama dengan BNPB dan pemerintah kabupaten/kota menyiapkan strategi mitigasi jangka pendek, termasuk pembersihan saluran air dan penguatan tanggul sementara. Upaya ini bertujuan agar banjir yang sudah terjadi tidak bertambah parah dan menimbulkan kerugian lebih besar.
BNPB menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat, terutama warga yang tinggal di dekat sungai, lereng bukit, dan daerah rendah. Warga dihimbau untuk selalu memantau informasi cuaca dari BMKG dan mengikuti prosedur evakuasi yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Dengan langkah tanggap darurat dan pemantauan terus-menerus, diharapkan risiko korban jiwa akibat banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat dapat diminimalkan, sementara warga tetap dapat menjalankan aktivitas harian dengan aman.
Sumber: BNPB



