Distribusi bantuan yang berfokus pada wilayah yang sebelumnya terisolasi mulai meningkat selama dua pekan terakhir. Pemerintah pusat mengirimkan logistik melalui darat dan udara untuk menjangkau desa-desa yang aksesnya terhambat akibat longsor serta rusaknya jaringan transportasi.
“Kami pastikan bantuan dari pemerintah pusat — berupa kebutuhan pokok, tenda, obat-obatan, dan bahan bakar — telah tiba di Sumatera Barat dan sedang difokuskan ke daerah yang masih sulit dijangkau,” ujar Bapak Ridwan Kamil, Koordinator Pos BNPB Sumbar, saat meninjau gudang distribusi di Padang Pariaman. Pernyataan ini disampaikan pada Kamis (8/1) di tengah kesibukan proses sortir logistik.
Menurut laporan lapangan, pos komando gabungan di Kabupaten Padang Pariaman menjadi salah satu titik utama koordinasi penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak bencana. Di lokasi itu, relawan, aparat keamanan, dan relawan kemanusiaan bersama-sama melakukan pendataan kebutuhan keluarga terdampak, sekaligus menyalurkan paket bantuan kepada pengungsi yang tinggal di shelter sementara.
“Prioritas kami adalah memastikan warga mendapatkan bantuan yang tepat dan cepat, terutama di nagari-nagari yang masih terisolasi selepas hujan ekstrem yang terjadi awal Januari,” jelas Bapak Agus Suharyanto, Kepala Seksi Operasi BNPB Sumbar. Ia menambahkan bahwa koordinasi lintas instansi sangat penting untuk suksesnya proses distribusi bantuan di lapangan.
Selain itu, pemerintah daerah Sumatera Barat bersama TNI dan Polri terus membuka akses jalan yang tertutup longsor di sejumlah titik. Pembukaan akses ini diharapkan memperlancar mobilisasi bantuan serta mempercepat proses evakuasi warga yang membutuhkan layanan kesehatan atau relokasi sementara.
Masyarakat terdampak menyampaikan apresiasi atas kehadiran pemerintah dalam menangani dampak bencana tersebut. Ibu Rina, warga Nagari Koto Tangah, mengungkapkan bahwa bantuan dan dari pemerintah sangat membantu keluarganya yang rumahnya rusak parah. “Alhamdulillah, bantuan sudah sampai dan kami bisa bertahan sambil menunggu perbaikan rumah,” katanya di posko bantuan pada Kamis (8/1).
Pemerintah menegaskan bahwa proses penyaluran bantuan tidak akan berhenti hingga kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi sepenuhnya, serta upaya pemulihan infrastruktur vital seperti jembatan, sekolah, dan fasilitas layanan publik terus dilakukan secara paralel. Langkah ini merupakan bagian dari strategi menyeluruh pemerintah dalam mempercepat pemulihan pascabencana di Sumatera Barat.
Dengan percepatan distribusi bantuan dan dukungan penuh dari semua unsur pemerintahan, diharapkan pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Sumber: info publik



