Genangan air terlihat di beberapa kawasan Jakarta Timur dan Jakarta Selatan sejak pagi hari. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dikerahkan untuk membantu evakuasi warga yang terdampak, terutama kelompok lanjut usia dan anak-anak. Sejumlah tenda pengungsian didirikan di lokasi aman dengan fasilitas logistik dasar yang disiapkan oleh pemerintah daerah.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Bapak Isnawa Adji, dalam keterangannya kepada media pada Selasa siang sekitar pukul 13.00 WIB, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh intensitas hujan tinggi serta meluapnya beberapa aliran sungai. “Kami terus melakukan penyedotan genangan dan memastikan pompa air beroperasi secara maksimal untuk mempercepat surutnya air,” ujar Bapak Isnawa di lokasi peninjauan.
Beliau menambahkan bahwa koordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Sumber Daya Air dan aparat kelurahan, terus diperkuat. Pemerintah daerah juga memantau kondisi cuaca berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika guna mengantisipasi kemungkinan hujan lanjutan. Warga diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor jika terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba.
Suasana di sejumlah lokasi terdampak terlihat kondusif meskipun aktivitas masyarakat mengalami gangguan. Beberapa ruas jalan tergenang sehingga arus lalu lintas dialihkan untuk menghindari kemacetan. Relawan dan aparat keamanan tampak berjaga untuk membantu kelancaran distribusi bantuan logistik.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi hingga kondisi benar-benar pulih. Upaya normalisasi saluran air dan peningkatan kapasitas pompa menjadi fokus penanganan jangka pendek. Diharapkan dalam beberapa hari ke depan genangan dapat surut sepenuhnya dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.
Sumber: Kompas.com



