Dalam keterangan resmi yang disampaikan di Jakarta pada Rabu pagi, Kepala BMKG, Bapak Dwikorita Karnawati, menyampaikan bahwa kondisi atmosfer menunjukkan adanya peningkatan aktivitas pembentukan awan konvektif di sejumlah daerah. “Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, terdapat potensi peningkatan curah hujan yang signifikan di beberapa wilayah Indonesia pada hari ini,” ujar Bapak Dwikorita dalam konferensi pers di Kantor Pusat BMKG, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).
Bapak Dwikorita menjelaskan bahwa fenomena ini dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor, termasuk kelembapan udara yang tinggi, suhu muka laut yang relatif hangat, serta adanya gangguan gelombang atmosfer. Kondisi tersebut meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi yang cukup panjang. Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Untuk wilayah Sumatera Barat, BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di beberapa kabupaten dan kota, terutama pada siang hingga malam hari. BMKG juga mengimbau pemerintah daerah untuk berkoordinasi secara aktif dengan instansi terkait guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem. “Kami meminta masyarakat agar selalu memantau informasi resmi BMKG dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Bapak Dwikorita dalam suasana konferensi pers yang berlangsung tertib dan dihadiri sejumlah awak media nasional.
Selain itu, BMKG juga meminta para nelayan dan pengguna transportasi laut untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia. Potensi angin kencang disertai hujan juga dapat memengaruhi aktivitas penerbangan di beberapa bandara domestik. Koordinasi lintas sektor, menurut BMKG, menjadi kunci dalam meminimalkan risiko dampak cuaca ekstrem.
Sebagai penutup, BMKG memastikan akan terus memperbarui informasi prakiraan cuaca secara berkala melalui kanal resmi lembaga tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada serta mengikuti arahan pemerintah daerah setempat apabila terjadi kondisi darurat. Dengan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama, dampak buruk cuaca ekstrem diharapkan dapat diminimalkan.
Sumber: BMKG Sumbar



