Berdasarkan data Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Barat, lebih dari 90 persen pasar rakyat yang sebelumnya terdampak banjir dan longsor kini sudah dapat melayani transaksi. Pembersihan area pasar dilakukan secara gotong royong oleh petugas kebersihan, relawan, dan para pedagang sejak beberapa hari terakhir. Aktivitas jual beli mulai terlihat ramai sejak pagi hari sekitar pukul 06.30 WIB di sejumlah pasar tradisional di Kota Padang dan Kabupaten Agam.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Barat, Bapak Novrial, dalam keterangannya kepada media pada Selasa siang sekitar pukul 11.45 WIB, menyampaikan bahwa percepatan pemulihan menjadi prioritas utama pemerintah daerah. “Kami memastikan fasilitas dasar seperti drainase, listrik, dan akses jalan telah diperbaiki sehingga pedagang dapat kembali beraktivitas dengan aman,” ujar Bapak Novrial saat meninjau salah satu pasar di Padang.
Beliau menambahkan bahwa koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem lanjutan. Pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan stimulan bagi pedagang kecil yang mengalami kerugian akibat bencana. Menurutnya, pemulihan ekonomi rakyat harus berjalan seiring dengan upaya mitigasi risiko bencana ke depan.
Suasana di pasar terlihat kembali hidup dengan pedagang yang menata dagangan di kios masing-masing. Pembeli tampak mulai berdatangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, meskipun sebagian area masih dalam tahap perbaikan ringan. Aparat keamanan dan petugas kebersihan tetap berjaga guna menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan pasar.
Dengan beroperasinya kembali pasar rakyat, pemerintah berharap roda perekonomian masyarakat dapat kembali stabil. Aktivitas perdagangan yang normal dinilai penting dalam mendukung pemulihan pascabencana. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memantau kondisi lapangan agar proses pemulihan berjalan optimal dan berkelanjutan.
Sumber: Detik.com



