Dalam keterangan resmi yang dirilis pada Selasa pagi pukul 09.00 WIB, BMKG menjelaskan bahwa peningkatan curah hujan dipicu oleh interaksi angin Monsun Asia, gelombang atmosfer, serta kelembapan udara yang tinggi di lapisan troposfer. Kondisi ini berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Beberapa wilayah pesisir barat Sumatera diperkirakan mengalami peningkatan curah hujan signifikan dalam beberapa hari ke depan.
Kepala BMKG, Ibuk Dwikorita Karnawati, dalam konferensi pers daring pada Selasa siang sekitar pukul 13.30 WIB, mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat agar tetap siaga. “Kami mengingatkan adanya potensi hujan lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan genangan air, khususnya di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya,” ujar Ibuk Dwikorita.
Beliau menegaskan bahwa informasi prakiraan cuaca telah disampaikan kepada pemerintah daerah melalui kanal resmi. Menurutnya, langkah mitigasi dini sangat penting untuk meminimalkan risiko kerugian jiwa maupun materiil. BMKG juga meminta masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui situs resmi dan media sosial lembaga tersebut.
Di Kota Padang, sejumlah titik rawan banjir mulai dipantau oleh aparat gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait. Petugas terlihat membersihkan saluran drainase dan memastikan aliran air tidak tersumbat. Aktivitas tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi hujan lebat yang diperkirakan turun pada malam hari.
Dengan adanya peringatan dini ini, pemerintah berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengabaikan informasi resmi yang disampaikan. Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai krusial dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem. Kesiapsiagaan bersama diharapkan mampu mengurangi dampak buruk yang mungkin terjadi selama periode cuaca intensif tersebut.
Sumber: BMKG Sumbar



