Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ads

Fenomena Gerhana Matahari Cincin Terjadi 17 Februari 2026, Tidak Terlihat di Indonesia

Kabasurau.co.id: Jakarta — Fenomena gerhana matahari cincin terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, dan dapat diamati di sejumlah wilayah di belahan bumi selatan. Peristiwa astronomi ini menjadi perhatian komunitas ilmiah internasional karena jalur cincin melintasi beberapa kawasan di Samudra Pasifik dan Amerika Selatan. Namun demikian, fenomena tersebut tidak dapat disaksikan dari wilayah Indonesia.

Berdasarkan keterangan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, gerhana matahari cincin terjadi ketika posisi bulan berada di antara matahari dan bumi, tetapi berada pada jarak terjauh dari bumi sehingga tidak menutupi seluruh piringan matahari. Akibatnya, matahari tampak seperti cincin bercahaya di sekeliling bayangan bulan. Puncak gerhana secara global tercatat terjadi pada Selasa siang waktu Universal Time (UT).

Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Bapak Daryono, dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Selasa sore, menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir terhadap dampak fenomena tersebut. “Gerhana matahari cincin pada 17 Februari 2026 tidak dapat diamati dari Indonesia karena jalur bayangannya tidak melintasi wilayah Nusantara,” ujar Bapak Daryono dalam pernyataan resminya.

Beliau menambahkan bahwa meskipun tidak terlihat di Indonesia, peristiwa ini tetap memiliki nilai edukatif bagi masyarakat. BMKG mengimbau masyarakat untuk memperoleh informasi astronomi dari sumber resmi dan tidak mempercayai kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Edukasi mengenai fenomena alam, menurutnya, penting untuk meningkatkan literasi sains di tengah masyarakat.

Di sejumlah negara yang dilalui jalur cincin, pengamatan dilakukan oleh para ilmuwan dan komunitas astronomi dengan menggunakan teleskop serta kacamata pelindung khusus. Lembaga penelitian antariksa setempat juga menyiarkan fenomena tersebut secara langsung melalui platform digital. Antusiasme masyarakat internasional terlihat dari banyaknya dokumentasi dan siaran langsung yang beredar di media sosial.

Fenomena gerhana matahari cincin merupakan salah satu peristiwa astronomi yang terjadi secara periodik dan dapat diprediksi secara ilmiah. Pemerintah melalui BMKG menegaskan bahwa kejadian ini merupakan siklus alamiah dan tidak berkaitan dengan mitos atau pertanda tertentu. Dengan informasi yang akurat dan edukatif, masyarakat diharapkan semakin memahami dinamika peristiwa alam yang terjadi di sekitar bumi.

Sumber: kompas.com
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Surau TV, Klik : WA Grup & Telegram Channel
Copyright © 2025 - Kabasurau.co.id | All Right Reserved