Bapak António Guterres, Sekretaris Jenderal PBB, menyampaikan dalam konferensi pers pukul 10.00 waktu setempat, "Kami mendorong pembentukan dana global untuk AI yang dapat mendukung penelitian, pengawasan, dan implementasi etis teknologi ini. Kerja sama antarnegara sangat krusial untuk menghindari penyalahgunaan AI." Suasana ruang konferensi di Markas Besar PBB di New York tampak serius dengan kehadiran perwakilan negara anggota.
Ibuk Maria Hernandez, Ketua Komite Teknologi dan Inovasi PBB, menambahkan, "Dana ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi internasional dalam pengembangan AI yang aman dan bertanggung jawab. Negara-negara harus bekerja sama untuk menetapkan standar global." Pernyataan ini disampaikan melalui siaran langsung media internasional pukul 12.30 waktu setempat.
Selain itu, agenda diplomasi PBB pada hari ini mencakup pembahasan isu keamanan dan kerjasama teknologi antara negara-negara anggota. Bapak Guterres menekankan, "Diplomasi menjadi alat utama untuk membangun kesepakatan internasional, mencegah konflik, dan memaksimalkan manfaat teknologi bagi seluruh umat manusia." Forum ini berlangsung hingga sore hari dengan diskusi panel dan sesi tanya jawab yang intens.
Dengan inisiatif ini, PBB menegaskan komitmen terhadap pemanfaatan teknologi secara aman dan beretika. Masyarakat internasional diimbau untuk mengikuti perkembangan regulasi AI dan berpartisipasi aktif dalam forum global. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam mengelola dampak teknologi terhadap masyarakat dunia.
Sumber: CNN Indonesia



