Ibuk Rini Marlina, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumatera Barat, mengatakan, “Kami memanfaatkan pemulihan Lembah Anai sebagai ajang praktik dan penelitian bagi mahasiswa dan insinyur. Ini akan meningkatkan kemampuan teknis sekaligus mempercepat pemulihan jalan yang strategis.” Pernyataan tersebut disampaikan pada Jumat pagi, 20 Februari 2026, saat kunjungan lapangan bersama tim ahli konstruksi.
Suasana di jalur Lembah Anai terlihat sibuk dengan alat berat yang mengeruk dan meratakan permukaan jalan. Pekerja dan insinyur melakukan pengawasan langsung untuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai standar nasional. Menurut Ibuk Rini, metode konstruksi baru yang diterapkan mampu menahan longsor dan cuaca ekstrem, sehingga jalan dapat digunakan lebih lama tanpa kerusakan berarti.
Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga pendukung, memberikan kesempatan untuk memperoleh pengalaman langsung dalam proyek konstruksi. Pemerintah provinsi berharap kolaborasi ini meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perawatan infrastruktur. Dengan adanya praktik lapangan ini, jalur Lembah Anai tidak hanya pulih tetapi juga menjadi contoh inovasi konstruksi berkelanjutan.
Penutup: Pemulihan Jalur Lembah Anai sebagai laboratorium konstruksi jalan tahan bencana menunjukkan komitmen Sumatera Barat dalam membangun infrastruktur yang kuat dan inovatif. Keberhasilan proyek ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia yang menghadapi risiko bencana alam.
Sumber: Padang Ekspres



