Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ads

Top Berita Ekonomi : Aktivitas Pasar, THR ASN, dan Sektor Rare Earth

Kabasurau.co.id: Jakarta — Sejumlah berita ekonomi nasional menyoroti perkembangan signifikan pada Rabu (18/2/2026), mulai dari aktivitas pasar, pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga langkah strategis perusahaan pertambangan dalam sektor rare earth. Berita-berita ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai dinamika ekonomi Indonesia pada hari tersebut.

Menurut Bapak Hendra Pratama, Kepala Redaksi Ekonomi di Investor.id, berita utama hari ini menyoroti peningkatan kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan setelah libur Imlek. “Pergerakan ekonomi ritel menunjukkan pemulihan yang kuat, dengan volume transaksi yang meningkat dibandingkan minggu sebelumnya,” ujarnya saat ditemui di kantor redaksi Jakarta, Rabu (18/2/2026). Suasana pusat perbelanjaan ramai dan tampak masyarakat melakukan belanja kebutuhan sehari-hari serta persiapan menjelang Ramadan.

Selain itu, pemerintah mengumumkan jadwal pencairan THR untuk ASN. Ibuk Ratna Dewi, Kepala Bidang Keuangan Aparatur, menjelaskan bahwa pembayaran THR akan dimulai pada pekan ini dengan nominal penuh sesuai ketentuan perundangan. “Pembayaran THR diharapkan dapat mendorong daya beli masyarakat, sekaligus mendukung stabilitas ekonomi domestik,” tutur Ibuk Ratna di Jakarta, Rabu (18/2/2026). Ia menambahkan bahwa langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga konsumsi masyarakat tetap tinggi menjelang bulan suci Ramadan.

Berita lain yang menarik perhatian adalah perkembangan sektor pertambangan rare earth. Bapak Surya Nugroho, Direktur Utama perusahaan pertambangan Perminas, menyampaikan bahwa perusahaan tengah memperluas kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan global. “Indonesia memiliki potensi besar di sektor rare earth, dan kami berupaya mengoptimalkan produksi agar memberikan kontribusi signifikan terhadap ekspor nasional,” jelas Bapak Surya saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (18/2/2026). Langkah ini dinilai penting karena permintaan rare earth dari industri teknologi terus meningkat.

Selain itu, para analis menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga. Aktivitas pasar yang meningkat, pembayaran THR, dan ekspansi sektor pertambangan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan positif tanpa menimbulkan inflasi berlebih. Ibuk Dwi Larasati, ekonom senior, menegaskan bahwa koordinasi kebijakan fiskal dan moneter tetap diperlukan agar dampak ekonomi dari berbagai kegiatan ini dapat optimal.

Sebagai penutup, rangkaian berita ekonomi pada 18 Februari 2026 menunjukkan gambaran positif bagi perekonomian Indonesia. Dengan pengelolaan kebijakan yang tepat, diharapkan momentum ini dapat memperkuat daya beli masyarakat, meningkatkan ekspor, dan mendorong stabilitas ekonomi nasional. Pemerintah dan pelaku usaha diimbau untuk terus bekerja sama demi menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.

Sumber: Antara news 
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Below Post Ad

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Surau TV, Klik : WA Grup & Telegram Channel
Copyright © 2025 - Kabasurau.co.id | All Right Reserved