Informasi yang diperoleh dari sumber di Lebanon menyebutkan, jenazah prajurit yang gugur hingga kini belum dievakuasi dan masih berada di pos UNIFIL di wilayah Marjayoun, Lebanon. Adapun prajurit yang mengalami luka serius saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit St George, Beirut.
Hingga saat ini, belum terdapat keterangan resmi dari Markas Besar TNI maupun Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terkait insiden tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan media kepada kedua institusi tersebut juga belum membuahkan hasil.
Serangan tersebut terjadi di pangkalan pasukan penjaga perdamaian Indonesia di Lebanon selatan, yang dilaporkan terdampak eskalasi konflik di kawasan tersebut. Pangkalan yang diserang berada di wilayah Aadshit al-Qusayr, distrik Marjayoun.
Media lokal Lebanon melaporkan adanya korban jiwa dalam insiden tersebut, sementara evakuasi korban luka dilakukan menggunakan helikopter. Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, mengonfirmasi bahwa beberapa penjaga perdamaian mengalami luka-luka akibat ledakan yang terjadi di posisi pasukan PBB.
“Seorang penjaga perdamaian tewas secara tragis tadi malam ketika sebuah proyektil meledak di posisi UNIFIL dekat Aadchit al-Qusayr,” ujar Ardiel seperti dikutip dari Kantor Berita Nasional Lebanon.
Ia menambahkan, pihak UNIFIL masih melakukan penyelidikan untuk memastikan asal muasal proyektil yang menyebabkan ledakan tersebut.
Insiden ini menambah daftar panjang risiko yang dihadapi pasukan perdamaian di wilayah konflik, sekaligus menjadi perhatian serius bagi komunitas internasional.
Sumber: CNN Indonesia



